Ini yang Seharusnya Dipahami Laki-laki Soal ‘Red Day’

RED DAY!

Apa itu red day? Red artinya merah, day artinya hari. Jadi maknanya hari merah atau tanggal merah gitu? BUKAN! Bukan itu maksudnya. Red day itu istilah kerennya perempuan zaman sekarang kalau lagi datang bulan atau menstruasi. Mungkin beberapa laki-laki yang baca tulisan ini baru tahu soal red day, kan?

Bicara soal red day nggak bisa lepas dari yang namanya ketakutan berlebihan yang dialami oleh baik itu perempuan yang menjadi pelaku, atau laki-laki yang seringkali menjadi pelampiasan dari si pelaku. Padahal sebetulnya, kalau laki-laki mau memahami, red day itu nggak serumit yang selama ini ada di pikiran kalian kok!

1. Nggak ada yang bisa menebak kapan tamu ini akan berkunjung

Mau se-terencana apapun siklus perempuan waktu lagi dapet, nggak ada yang bisa tahu persis kapan red day benar-benar hadir dan menghiasi hari-hari perempuan selama sepekan atau kurang atau lebih. Ia bisa datang kapan saja, habis sarapan, pulang kuliah, bangun tidur, atau bahkan di lima menit menjelang adzan buka puasa. Jadi buat laki-laki baik di dunia ini, coba mengertilah. Kalau semisal kalian sudah berpasangan nanti, dan melihat pasangan di samping kalian kaget mendapatkan red day-nya saat bangun tidur, janganlah dimarahi. Elus rambutnya lembut-lembut dan bilang “It’s ok, my dear. Nanti aku bantu jemur kasurnya”. Karena sesungguhnya perempuan juga merasa malu. :’)

2. Ada sesuatu yang terasa mengganjal

Kalian para laki-laki yang mengaku tangguh dan perkasa, ada yang merasa sanggup untuk memakai pampers bersayap tapi bukan malaikat seperti kami para perempuan selama tujuh hari lamanya, tidak? Rasanya kalian tidak akan sanggup, kan? Memakai benda yang terasa mengganjal seperti itu, sambil merasakan ada sesuatu yang tiba-tiba mengalir tanpa bisa dikendalikan. Dulu di kaskus, saya sempat membaca thread seorang laki-laki yang menceritakan pengalamannya memakai pampers. Selangkangannya berdarah terus dan dokter menganjurkan untuk memakai pampers. Di tulisannya dia mengaku lelah, capek, dan akhirnya mengakui kalau perempuan itu luar biasa karena betah memakai benda mengganjal itu rutin setiap bulannya. Tapi tetep sih, lebih hebat perempuan zaman dulu, zaman di mana pampers belum ditemukan keberadaannya. Pakai kain. :’)

3. Perubahan selera makan

Kebanyakan perempuan mengaku menjadi rakus di hari pertamanya. Termasuk saya. Ada semacam gejolak perasaan yang hanya bisa dipahami dengan mengunyah lebih banyak dan lebih sering. Setiap kali mengunyah rasanya tidak ingin berhenti. Mau makan nasi kek, mau ngemil kek, mau makan orang kek, pokoknya bawaannya mulut harus terus mengunyah. Sampai sekarang juga saya masih belum mengerti kenapa nafsu makan yang berlebih ini hanya terjadi ketika red day berlangsung. Tetapi yang saya tahu, dengan banyak memasukkan makanan ke perut akan mengurangi rasa nyeri di hari-hari pertama red day. Jadi laki-laki, maklumilah pasangan kalian kelak jika tamak seperti Qarun soal makanan, cuma sebulan sekali saja kok. 🙂

4. Perubahan emosi yang cukup mengagetkan

“Aku mau nangis”

“Aku pengin makan”

“Nggak jadi, udah kenyang”

“Beliin minum”

“Nggak, hausnya udah hilang. Beliin mobil aja”

Yak, ada semacam perubahan emosi yang akan dialami oleh perempuan entah sebelum red day datang bertamu atau di hari-hari pertama red day berlangsung. Tapi perlu diingat, mood swing ini nggak semua perempuan rutin mengalaminya kok. Saya sendiri kadang merasa seperti itu, kadang juga tidak. Di sini, biasanya perempuan jadi makin sensitif, disinggung sedikit saja, bisa tumpah air mata satu jam lamanya Tapi dipuji satu kalimat saja, bisa bahagia setengah mati juga. Nah, bingung kan? Tenang, biasanya kalau lagi mood swing, setiap perempuan hanya butuh didukung. Kalau memang moodnya bahagia, turut berbahagialah kalian para laki-laki. Nah, kalau perempuan moodnya sedang buruk dan rasanya ingin menangis, biarkan mereka menangis sepuas hati mereka di pundak kalian, atau berikan perempuan ruang untuk sendiri.

5. Terakhir, setiap perempuan mengalami pengalaman red day yang berbeda-beda

Para lelaki, ketahuilah satu hal, nggak semua perempuan jadi menyeramkan kok kalau lagi dapet. Karena setiap perempuan memiliki pengalaman red day-nya masing-masing. Ada yang merasa biasa-biasa saja, ada yang merasa kesakitan sampai nggak sanggup ngapa-ngapain, ada yang menjadi monster karena tiba-tiba jadi galak. Ah, misteriusnya red day ini. Saya sendiri sih biasanya hanya akan mengalami hari-hari buruk red day di hari pertama dan kedua saja. Jadi lebih rakus, lebih emosional, lebih pegel, lebih capek, pengin nangis, pengin tidur. Tapi tetap, nggak setiap bulan saya mengalaminya.

Urusan nyeri sepertinya tidak semua perempuan mengalaminya. Tapi ketahuilah, nyeri ini rasanya sakit sekali, wahai laki-laki sekalian. Tante saya misalnya, ia tidak pernah bisa bangun dari tidurnya di hari pertama red day-nya. Atau Umi saya, yang sampai beli penghangat perut untuk dipakai tiap red day untuk meminimalisir rasa sakitnya. Atau saya, yang lebih memilih tidur untuk mengurangi rasa nyeri di hari pertama. Pengalaman terburuk saya sih dulu sampai rasanya mau pingsan dan akhirnya muntah-muntah di toilet SPBU. Yak, cuma gara-gara red day. Luar biasa.

Jadi wahai kalian para laki-laki (bujang), cobalah tanyakan pengalaman red day pasangan kalian kelak, agar kalian bisa bersiap dan mengantisipasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Semoga tips sok tau dari saya ini ada gunanya ya! Ingatlah dan berbahagialah, red day cuma datang sebulan sekali saja kok! 🙂

~~~

Saya membuat tulisan kecewek-cewekan seperti ini karena terinspirasi dari adik saya, Nisa, yang beberapa hari lalu, akhirnya baligh juga di usianya yang kedua belas. Entah mengapa dia begitu cepat dewasa, saya saja dulu baligh kelas 3 SMP. Untuk Nisa, selamat, jangan takut pakai pampers, jangan takut untuk jadi dewasa. Takutlah karena mulai sekarang, setiap apa yang kamu lakukan akan dicatat oleh malaikat di samping kanan-kirimu. 🙂

71 pemikiran pada “Ini yang Seharusnya Dipahami Laki-laki Soal ‘Red Day’

  1. Nisa temennya adeku di bina amal btw, hehe.. tp kok ya cepet bgt ya mba uda haid ajah..
    bener bgt mba yang kamuu tulis 😦 apalagi hari pertama kedua, duh.. deres deresnya, belum nanti kalau bocor, kalau malam gabisa tidur karena pinggang pegel. “Its okey dear :)”

    • Lho adikmu kelas berapa to? Kok adikmu ndak habis-habis 😂
      Iya cepet ya, padahal aku pikir dia bakal haid nanti waktu SMP 😂
      Aih, hari pertama hari kedua itu menyeramkan ya Zah, rasanya waktu berjalan begitu lambat di kedua hari itu 😭😭😭
      Kalau tidur ndak bisa polah, karena takut geser terus bocor, jadinya bangun-bangun pegel badannya 😦
      “It’s okay, dear” Kok aku jijik ya digituin sama kamu 😂😂😂

    • Iya kak benar, saya juga kadang saking sakitnya akhirnya nangis terus dibikinin teh anget sama ibu hehehe, terus mendingan deh 🙂
      Beda-beda sih kak tiap perempuan 😂

  2. Terima kasih sekali za, kebetulan saya lagi suka sama cewek yg anginan-anginan. Baru bilang ini, trus bilang itu. Ternyata bisa dengan mudah didapat karakter seperti itu, yaitu cewek yg sedang red day wkwkw….

    Tapi gimana ya tanya yg sopan apakah seorang cewek sedang red day? *Garuk-Garuk kepala.

    • Wah kak Shiq ternyata sedang mengalami fase itu, ikut senang 😆
      Kalau semisal dia beragama islam, diajak sholat aja kak, nanti kan dia bilang nggak bisa sholat karena berhalangan
      Atau cara lain, langsung saja to the point, “kamu lagi dapet atau nggak?”
      Karena saya merasa nggak masalah kalau ditanya pakai pertanyaan model begitu, dan banyak perempuan lain yang fine-fine aja kok kak. Semoga membantu ya kak Shiq 😁

  3. 😂😂😂😂😂

    q koq ngakak baca tulisanmu, Ziza.

    Red day…red day, kl q jrg sekali heboh sndiri atau marah2 krn emang udah jd tabiatnya cerewet dan galak 😠😈😡.

    Hanya saja kl hr prtama red day ga mnum jamu kunyit asem, ya cuma bs tduran dan bolak-balik toilet antara muntah dan diare. Sakitnya masya Allah, kereennnn, naudzubillah 😱😲😩

    • Apanya yang lucu kak Cinta 😂
      Aduh ampun, kak Cinta galak ya? Jadi takut 😂😂😂
      Nah iya kan kak! Aku tau gimana sakitnya kok kak, nggak ada yang bisa ngalahin selain sakitnya melahirkan 😢

      • oh tidaaakkkk…!

        Sebulan sekali saja sudah cukup Ziza, please jgn ditambah lagi. 😁

        Tpi katanya ada org yg ga bs haid tp cuma brkeringat sja. Pas wktu haid itu diganti dg keringat yg baunya msya Allah amis sekali. Ini cerita dgr dr tmn sih, bnr ga sih dek? Apa cuma hoax aja 😁

      • Ahahaha iya kak, nggak ditambah lagi kok kak 😂
        Oh iyakah kak? Aku baru tau malah, seumur-umur punya teman yang belum haid cuma satu, dan nggak pernah nyium bau keringatnya sih kak 😂😂😂

      • 😂😂😂

        q jg blm, cuma dgr dr tmnku, tmnnya tmnku ini (bukan aku)ga bs haid dan bgtu katanya.

        kl memang bgtu adanya, beruntunglah qt ya Ziza, krn lancar stiap bulannya 😇

  4. Klo tanya sama cewek begini, “kamu lagi pms ya?”
    Ini sopan? Gk sopan? Apa biasa aja?
    Dan klo tanya hal2 yg berkaitan dengannya gmn? Sopan apa nggak?

      • 😂😂😂 apa iya karena itu ya Ziza. Soalnya mitosnya (mitos apa engga ya) anak perempuan kalau sudah red day akan mudah gemuk. Tapi diriku kecil selalu 😆

      • Mbah2 dulu bilang gt Ziza… makanya tak sebut mitos karena ternyata aku ga berubah mood makannya. 😆
        Semakin kesini malah semakin ga rakus ?😂😂

      • Ahahaha semoga memang beneran mitos ya kak Ikha 😂😂😂
        Iya, ada perasaan capek juga makan banyak-banyak, kata orangtua itu wajar sih kak, semakin tua porsi makan kita bakal semakin sedikit 😂😂😂

      • Semoga mitos.. 😂

        Eh benarkan, bahwa semakin tua porsi makan kita akan semakin sedikit ?
        Baru denger yg kayak gini Ziza..😅

  5. Aku ingat dulu aku membatin, “oh… dia ternyata bisa gitu juga” saat adikku pertama kali haid. Setelah kata batin yang pertama itu, kata batin yang kedua pun datang, “oke… peran abang secara resmi jadi lebih berat”

    Dan aku ngerti kenapa kamu nulis ini setelah adikmu mengalaminya. Mungkin dulu aku juga bakal curhat di blog seandainya sudah punya. Yang aku nggak pahami, kenapa mesti nulis ini buat laki-laki 😂😂😂

    • Ya bisa dong kak, namanya juga pertumbuhan 😂
      Wuihh, peran abang memang selalu yang paling berat 😏
      Adiknya kak Fadel udah baligh semua? Kalau ada yang masih belum, masih bisalah nulis nanti 😂
      Terus aku nulis untuk siapa dong? Biasanya yang sering jadi korban kan laki-laki kak 😂😂😂
      Kalau nulis untuk perempuan juga bakalan dicuekin 😢

      • Nggak mau wkwk. Setelah dipikir-pikir lagi entah apa maksudnya seorang abang nulisin red day pertama adiknya 😂😂😂

        Iya juga. Pasti ada hubungannya juga dengan kedewasaan pandangan. Btw aku nggak pernah ngerasain jadi korban tindak keganasan haid. Entahlah laki-laki lain. Kadang aku ngerasa sedih aja kalau ada perempuan yang keliatan nggak nyaman gara2 masa itu huhu

        Ini maksudnya dicuekin kayak dbilangin, “aku ngga paham” itu za? 😂 Ya sabar aja to nduk… kalau aku jadi kamu, aku ketawa sedih aja.. eh kamu bukannya udah ketawa sedih ya wkwk

      • Ahahahaha, nulisnya nanti aja kalau udah ngerasain dampak dari perempuan yang ngalamin red day kak, pasti menarik untuk dijadikan tulisan 😂😂😂
        Kak Fadel beneran mau ngerasain gimana ganasnya? Makanya nikah! 😛
        Ah masak iya sih sedih? Tapi memang nggak nyaman banget sih kak 😂😂😂
        Ya semacam itulah kak, lagipula akan jauh lebih bermanfaat kalau tulisan ini aku tunjukkin untuk laki-laki juga kan? Untuk kak Fadel khususnya yang masih minim pengalaman #ehh 😂😂😂

  6. […] yang juga pernah meng-klik “like” untuk postinganku. Selain itu, tulisannya tentang Red Day juga tak boleh kita abaikan, Suitcase Kid. Aku pun baru mengetahui adanya istilah “red […]

  7. Posting yang sangat bermanfaat dan bermartabat ziza. Meski penjelasan dr sudut cewe begitu, aku ttp engga berubah. Setiap tahu kalo dia lagi red sy langsung jadi robot penurut. Drpd kenapa-napa dia atau malah saya hehe.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s