Menelepon Eonni

Beberapa hari yang lalu di siang yang terik dan membosankan saya iseng menelepon seorang kawan bloger yang akhir-akhir ini jarang update tulisan. Alasan saya menelepon Eonni tersebut sebenarnya teramat sederhana: karena saya penasaran sama suaranya. Iya, udah itu aja. Waktu itu sebenarnya kami sedang saling melemparkan chat, dan saya spontan melakukan panggilan. Saya sebetulnya nggak berharap bakal diangkat karena Eonni ini orangnya pemalu banget (halah pret). Eh ndelalah kok diangkat, bingunglah saya mengawali percakapan. Reflek aja bilang halooo.

Eonni membalas sapaan saya, dan saya spontan merespon, “Ih suaranya kok cantik sih”

Serius suaranya lembut halus cantik gitu, beda jauh sama bayangan saya selama ini. Saya langsung ngerasa jadi hamba sahaya karena suara saya dibilang mirip Soimah sama Eonni itu bzbzbzbzbz. -_-

Kami berbincang soal banyak hal. Saya awalnya bertanya kegiatan Eonni apa saja hari itu, Eonni dengan sabar menceritakan karena beberapa kali sinyal sempat jelek dan putus-nyambung. Setelah dijawab kalau Eonni lagi istirahat, kami bahas sana bahas sini ngalor ngidul. Dan nggak kerasa aja gitu satu jam sepuluh menit berlalu dengan sangat menyenangkan. Sebenarnya apa yang kami bahas nggak terlalu penting dan cukup absurd kalau saya tulis semuanya di sini. Sedikit saja ya, kami berbicara soal upil ibarat keju parut dan umbel ibarat keju mozarella. Hihihihi.

Nah tapi nih, ternyata Eonni ini bijaknya MasyaAllah. Saya dikasih petuah dari lagu balonku ada lima karena waktu itu saya nyanyiin lagunya (itupun karena Eonni pengin denger Soimah KW nyanyi). Katanya, dari lagu itu harusnya esok-lusa kalau saya punya anak, anak saya harus diajarkan baik-baik perihal melepaskan.

“Meletus balon hijau, dor! Hatiku sangat kacau. Balonku tinggal empat, kupegang erat-erat”

Mau seerat apapun kamu menggenggam balonmu, jauh lebih baik kamu lepaskan satu ketimbang harus melihatnya meletus. Kamu masih punya empat balon yang lainnya yang bisa kamu pegang dan pertahankan. Ditambah, pegang balon warna hijaunya jangan erat-erat, karena kalau pecah balonnya nanti, hatinya nggak akan ngerasa sangat kacau. Begitu kurang lebihnya. Aih, dasar nappeun yoeja. Eonni bisa aja.

Senang sekali rasanya bisa berbincang dengan teman yang anehnya satu frekuensi. Entah beberapa kali kami tertawa terbahak-bahak karena lelucon biasa yang saking biasanya, teman sekamar saya yang mendengarnya sama sekali tidak tertawa. Tapi serius lho, obrolan Eonni soal semua orang sejatinya adalah seorang psikopat sungguh menyeramkan. -_-

Nah sekarang pertanyaannya, ada yang bisa menebak siapa orang yang saya ceritakan di atas? Yang pasti, Eonni cepat atau lambat akan baca tulisan ini. 😏

58 pemikiran pada “Menelepon Eonni

  1. Hmm aku tampaknya tahu … kutunggu postingan selanjutnya bersama nama sang eonninya juga ya πŸ™ŒπŸ˜‚

      • Hehe dikepalaku sudah tergambar seorang eonni tapi kalau kuungkapkan disini nanti eonni lain. Khususnya Fadel akan misuh-misuh.

        Btw misuh itu apa ya? πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚

      • Ahahahaha jangan diungkap kak Agit nanti Eonni marah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
        Kenapa kak Fadel harus misuh-misuh coba πŸ˜‚

        Misuh itu artinya marah kak 😒

      • Tunggu… eonni itu kan perempuan ya?

        Aku bayangin seorang kakak yg dilist aja ngisinya beda sendiri. Bener gak sih πŸ˜·πŸ˜‚

  2. Oh No!!!!, ada blogger yg jauh lebih cerdas dan bijak dari saya.. Sampai referensi balonku ada lima jadi pelajaran, kok saya merasa bodoh ya :D, soalnya kemarin protes lagu anak kalah sama lagu dari youtuber, sementara makna balonku aja ga tau. Top deg, saya salut

  3. λˆ„κ°€γ…γ…γ…γ…γ…?

    #pengenditeleponZizaπŸ˜‚ #gadengngalahfadelaja

    Terus kapan nih nelpon oppa fadel :3 (3)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s