Curahan Tentang Rindu

Dan aku mulai takut terbawa cinta

Menghirup rindu yang sesakkan dada

https://youtu.be/x-MhmkksXKQ
Kau tahu? Aku sudah tahu bagimana rasanya dikelabui oleh seseorang yang berkata tentang rindu. Jadi, aku tak akan menjelaskan tentang kepalsuan padamu. Kali ini aku akan menjelaskan sedikit padamu bahwa rinduku tidak pernah palsu, kepada siapapun itu. Termasuk sekarang. Ya, kepadamu.

Seseorang pernah berkata padaku bahwa bahagia layaknya secangkir kopi, cepat atau lambat akan habis. Terkadang orang-orang lebih menikmatinya dengan berlama-lama, entah dengan mencium aromanya, menahannya sedikit lama-lama di mulut, tak ingin buru-buru menelannya. Tapi, tahu-tahu secangkir kopi itu sudah tandas. Bahkan, menurutnya kopi yang paling enak akan cepat habis.

Aku bahagia denganmu.

Tapi, tunggu dulu. Jika benar bahagia adalah secangkir kopi. Maka kau harus tahu bahwa rindu selalu membuat bahagiaku menjadi baru. Walaupun kamu acapkali menyebalkan, acapkali menjengkelkan, membuatku kesal bukan main, namun kau selalu ada seperti aliran darah yang mencintai jantung. Kau hadir, menjalani waktu yang semakin bertambah di perbendaharaan kehidupan kita. Satu jam, satu hari, satu tahun, atau barangkali sebanyak pemahaman yang diajarkan Tuhan lewat rasa, sebanyak rasa yang melewati lidah sebelum menjadi diriku saat ini.

Aku ingin menuliskan sajak tentangmu. Agar kau terkurung selamanya di dalamnya. Sehingga aku bisa membawanya ketika hidup membuat jarak di antara kita, atau sekadar membacanya ketika aku sedang tak ingin berbicara secara langsung denganmu. Namun, tiap kata dalam sajak yang selalu aku bawa dan baca itu mempunyai detaknya sendiri. Sajakku hidup, ia hidup dengan relativitasnya tersendiri. Sajakku memanjang dengan sendirinya. Sajakku tentangmu tak pernah rampung aku tulis. Sajakku tentangmu tak pernah rampung aku baca.

Sedemikian hebatkah rindu? Sehingga ia selalu baru?

Terkadang aku merasa lelah dengan rindu, ia seakan memberat tiap detaknya. Tapi bukankah dengan cara itu aku mengingatmu? Mendoakan segala kebaikan hadir dalam hidupmu.

Kumohon jangan pernah bosan jika aku berkata aku rindu padamu.

Aku tahu bahwa banyak hal yang tak perlu aku riwayatkan kepadamu karena kau sudah tahu betul. Tentang cerita-cerita yang mungkin sudah tak baru lagi namun akan kita ulangi di lain waktu. Aku yakin rindu selalu mampu mengungkap cerita yang pernah kita jalani dan ulangi.

Barangkali rindu, membuat cerita selalu baru.

Lalu, pada cerita yang pernah koyak pada perjalanan kita, telah aku sematkan rasa syukurku kepada Tuhan ketika menggoreskan pena di dalamnya. Aku bersyukur pada Tuhan karena menciptakan kau dengan segala kekurangannya, dimana celah-celah itu adalah tempatku berjuang mencintaimu. Pada celah itu adalah tempat yang aku yakini bahwa waktu akan menumbuhkan pemahaman-pemahaman baru dalam hidup.

Pun barangkali dalam lembar-lembar hidupmu, penah ada sajak yang kau goreskan dengan lebam di dalamnya yang disebabkan olehku. Dan lucunya ketika aku meminta maaf padamu, kau menjawab “Tidak perlu kata maaf. Karena kita pernah bahagia bersama.”

Aku masih di sini, jauh darimu. Barangkali masih ada ribuan sajak yang pada ujungnya bertuliskan namamu. Telah tercatat semua warna langit yang telah berlalu tanpamu, hari yang hujan, hari yang terik, senja yang selalu cepat berlalu, matahari pagi yang cerah, atau matahari pagi yang bersembunyi. Hal-hal itu mungkin inspirasi bagiku. Tapi, aku tak butuh semua itu sebagai alasan. Karena kau adalah jiwanya.

Maka pada setiap keberangkatan dan kedatanganku bertujuan segera pulang padamu.

Tunggu aku sebentar lagi.

Aku akan mendekapmu.

Dan pada senyummu saat melihatku, disanalah sajakku sebenarnya, dalam dirimu.
Catatan:

Semoga jika ada cinta yang tumbuh, ia lahir dari kerinduan kepada Tuhan.

Seperti kata seseorang ; jika rindu dalam hati terus terjaga, rindu akan memanifestasikan menjadi cinta yang banyak, cinta pada pasangan, cinta pada ilmu, cinta kepada masa depan, cinta kepada negara, dll. Cinta hanya anak daripada rindu.

• Ditulis dengan penuh kerinduan oleh seseorang yang kuanggap gila •

37 pemikiran pada “Curahan Tentang Rindu

  1. Komentar diatas 😦 wkkw kalau rindu STNK DAN PAK POLISI? :”)
    Jd sebenarnya yg lbh gila siapa, dia yg sesungguhnya gila, atau km yg merindukan org gila?😶

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s