Kusimpan di Langit

Ada baiknya semua bahagia, suka-cita, euforia, dan perasaan penuh rona ini kusimpan baik-baik di langit

Sebab aku tak ingin, otakku, hatiku, keseharianku, sesak dengan bayangmu.

Ada baiknya semua harapan, rancangan indah, dan janji-janjimu kusimpan baik-baik di langit.

Sebab aku tahu, hidupmu tak melulu soal aku. Waktu bergulir dan semua manis ini bisa saja berlalu tanpa pamit.

Ada baiknya semua guraumu, tawamu, ledekmu, bahagiamu, kusimpan baik-baik di langit

Sebab aku tahu, aku tak perlu menyiksa diri dengan terlalu banyak mengingatmu.

Ada baiknya semua tentangmu kusimpan baik-baik di langit

Dengan begitu aku tidak akan merasa takut untuk jatuh juga patah

Karena semuanya sudah menjadi pasrah.

Trims jagya. Berdiskusi denganmu selalu saja berfaedah. Aku jadi bisa menulis kembali (meski teramat sedikit).

38 pemikiran pada “Kusimpan di Langit

  1. Kenapa aku baca “meski teramat sedikit” jadi “meski teramat sakit”.. ah! semoga langit mau ya mba mendengar semua keluh kesah dan ocehan terabaikanmu

  2. Itu. Itu dia. Bagaimana kalau semua yang dirasakan itu teramat besar sehingga rasa-rasanya tak mampu lagi untuk menyimpannya di langit atau di mana jua 😦

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s