Ai (2)

​Awal Mei, 2017

Aku berangkat kuliah seperti biasa, yang membedakan hanyalah senyumku, terlihat lebih merekah. Aku bersenandung dari tempat motorku diparkir sampai di depan pintu kelas.

Di bangku bagian tengah, kulihat teman dekatku sudah duduk menyisakan bangku kosong di sebelahnya. Kursi untukku. Sayangnya dia tidak memperhatikanku, ah paling sedang asyik mengabari pacarnya. Maklum, hubungan mereka baru berjalan sebentar. Masih belum ada bosannya berkirim pesan setiap jam atau detik.

Aku duduk sambil mengambil napas panjang. Temanku melirikku, meletakkan handphonenya. Jari telunjuk dan jempol dari kedua tangannya terangkat mengarah padaku. Senyumnya melebar sambil berkata “Ciee” yang volumenya semakin lama semakin meninggi.

Aku menaruh telunjuk di bibir setelah memukul pelan lengan temanku. Ssst, biarlah ceritaku kemarin jadi rahasia kita berdua saja. Tapi mau dipaksa untuk diam sekalipun, dia masih saja menggodaku. Membuatku mau tak mau kembali mengingat memori satu hari yang lalu.

Malam itu aku menulis tentangmu.

Malam itu aku menulis untukmu.

17 pemikiran pada “Ai (2)

  1. Ai apa ya btw?
    Yah, seenggaknya ikutan seneng baca ini. Akhirnya tulisan baper di unknown person isinya nggak cuma tentang rindu atau galau merana πŸ™‚

    • Duh saya ketawa bacanya kak πŸ˜‚
      Padahal biasanya saya kalau nulis juga aneh, ternyata ini yang paling aneh ya kak? πŸ˜‚
      Iya kak Shiq, bahagia selalu setiap hari kok 😊

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s