Jadi Begini…

Seseorang bercerita padaku soal temannya yang begitu clingy pada kekasihnya. Ia perempuan yang bila pesannya tidak dibalas lebih dari enam jam oleh pacarnya, ia akan merasa down, mencemaskan banyak hal sampai pada pertanyaan “Apa aku emang nggak layak untuk dicintai?”

Mungkin bagi sebagian perempuan, sifat clingy atau terlalu lengket pada pasangan dianggap suatu hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Siapa sih yang nggak suka dikabarin tiap hari? Diceritain aktivitasnya hari ini ngapain aja, atau lagi di mana dan dengan siapa saja menghabiskan hari? Perempuan menganggap, hal-hal seperti itulah yang membedakan antara teman biasa atau kekasih. Kalau teman, ya ngapain harus dikabarin tiap hari tiap saat? Kalau teman, ya sebodo amat dia mau kemana aja sama siapa aja hari itu. Tahu sendirilah, perihal teman dan kekasih ini jurang pemisahnya tinggi sekali.

Nah masalahnya, ndak semua orang terkhusus laki-laki dalam konteks ini, suka mengirim pesan atau menelepon untuk memberi kabar dia sedang ngapain atau pergi kemana saja selama seharian tadi. Ndak semua orang betah menjelaskan panjang lebar atau mengetik pesan panjang untuk mengabari seseorang yang menanyakan lewat gawainya. Ada sebagian orang yang masih tidak suka memegang gawai lama-lama bahkan di era modern seperti ini. Ada juga sebagian orang yang malas sekadar menjelaskan. Hmm ralat, bukan malas, tapi memang bukan tipe orang yang seperti itu. Memberi kabar ia anggap sesuatu yang tidak perlu, tidak penting, tidak dibutuhkan. Dalam kasus ini, para perempuan mungkin akan menyebut laki-laki dengan sebutan ‘cuek’ atau ‘nggak peka’. Padahal, ada kemungkinan mereka para lelaki lebih prefer untuk menceritakannya secara langsung, bertatap muka.

Namun sebetulnya, jika dilihat dari sisi lain, dalam kasus ini sudut pandang si laki-laki, perempuan bisa disalahkan jika selalu menuntut untuk diberi kabar. Seperti yang sudah kutulis di awal, jurang pemisah antara teman dan kekasih itu tinggi sekali. So, laki-laki dengan tipe yang suka disebut perempuan dengan ‘cuek’ dan ‘nggak peka’ ini tentu sudah berkomitmen serius dari awal sebelum memutuskan untuk berpacaran atau menikah. Laki-laki sudah bersusah payah untuk memantapkan dirinya memilih perempuan pilihannya. Tentu laki-laki akan mempertahankan bagaimana pun caranya. Lalu, apa yang perlu dikhawatirkan dari tidak memberi kabar dalam waktu dekat? Toh si laki-laki nggak akan pernah punya pikiran untuk berpaling darimu kok, dan toh, kalau nanti bertemu muka langsung ia pasti akan cerita kok. Bukankah lebih asyik bila bisa mendengar seluruh cerita darinya sambil melihat ekspresi wajahnya, duhai perempuan?

Coba taruhlah kepercayaanmu pada laki-lakimu sama seperti laki-lakimu sudah lebih dulu memantapkan pilihan hatinya padamu.

36 pemikiran pada “Jadi Begini…

  1. Kalau teman, ya sebodo amat dia mau kemana aja sama siapa aja hari itu. Tahu sendirilah, perihal teman dan kekasih ini jurang pemisahnya tinggi sekali.

    Oh gitu ya Za… *manggut2

    (β–°Λ˜β—‘Λ˜β–°)

    Kamu sekarang level pro ya…

    Jadi begini Za,
    Kamu di mana… dengan siapa, sekarang berbuat apa??
    Wis ah ngono waeↁ_ↁ

  2. Temanmu jadi pasangan kekasih baru-baru ini kah? Menurutku sih, itu cuma soal waktu, karna masih baru-baru jadi pasangan blm knal betul karakternya jadi slalu mncul khawatiran2an yang tak direncanakan 😁 ntr klo udah lama bgt ngjalin hubungan, udah lmyan pham karakter satu sama lain, mngkin bakal jarang bete gara-gara gak dihubungi πŸ˜„
    Eh kepanjangan komennya πŸ˜…

    • Itu masalah kompatibiliti jg gak sih. Yg 1 perlu konstan komunikasi, 1 nya engga. Kayak 1 mau anak, 1 gamau. Atau banyak lah perkara selisih2 lainnya. Kalo dirasa susah nerima mending cari yg lain yg sama2 ngerasa komunikasi konstan itu perlu, drpd makan ati trs. Krn ngerti jg blm tentu hati bs nerima (?)

      • Iya bisa jadi juga kayak gitu jay, tapi ada juga yg karna belum lama jadi pasangan, rasa menggebu2 ingin terus d hubungi itu muncul, ntar klo agak lamaan, udah tau msing2 kegiatan, saling sibuk, yaudah modal percaya aja sih, cuma emng sebaiknya ada kspktan ttg komunikasi, biar gak salah paham mulu πŸ˜„ tapi klo menurut pandanganku ya, sebenernya banyak wanita yang pengertian bgt kok ke pasangannya πŸ˜†

      • Za…. cuma penasaran, mau tanya, pernah kamu merasa nggak nyaman karena blog menjadi rame? Soalnya sejak awal mulai ngeblog dulu suasananya gak rame. Klo berkenan tolong dijawab biar saya nggak penasaran. πŸ˜€

      • Wah pernah kak Shiq, tapi lebih ke nggak nyamannya mungkin karena rame jadi lebih banyak yang baca ya. Kalo lebih banyak yang baca, otomatis saya jadi suka menimbang-nimbang lagi untuk mempublish tulisan. Kalo dulu apa aja kan dipublish, kalo sekarang lebih banyak tersimpan di draft aja πŸ˜…

      • Eh soalnya klo aku baca tulisanmu dari masa awal ngeblog dibanding masa sekarang perasaan yang ditimbulkan beda. Terima kasih jawabnya. Berarti ini kenyataan dan saya bukan sedang berhalusinasi. πŸ˜€

      • Ya itu merasa kok sekarang cenderung nggak bebas. Ya saya kira mirip perasaan saya yang merasa agak rindu dengan masa ngeblog yang dulu ketika sepi. Ternyata bener ha ha ha…. πŸ˜€

  3. Ya kalau minta dikabari setiap hari sih juga mikir-mikir, kalau lagi repot ya masa harus dipaksakan berkabar. Tenang ada waktu yang pas kok untuk itu, jadi intinya seperti yang kamu katakan tadi taruhlah kepercayaan pada kekasihmu. πŸ˜€

  4. kalau aku pacaran malah jrg ngabarin apa2 kecuali ngabarin mau ketemuan haha telponan juga nga pernah lama.. 5 menit itu udh lama banget. sehari chat atau sms paling 2x kadang nga ada chat atau sms haha. tapi hubungan yg begitu malah bertahan sampe tahunan πŸ˜€

  5. Wah jarang-jarang nih terbit tulisan yang sifatnya full opini. Sekali keluar temanya jos gandos! Apa sih ini wkwk. Bookmark kali ya

    Btw opininya tentang sifat laki-laki di situ berani sekali hmm

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s