Dilarang Memotret

Pernah nggak sih lagi jalan-jalan ke suatu toko, mal, swalayan, dan sejenisnya lalu ditegur oleh mbak-mbak karyawan karena ketahuan memotret?

Saya nggak tahu entah sejak kapan saya merasa larangan memotret itu mengganggu. Begini, toko sah-sah saja memberikan regulasi seperti itu, saya juga sah-sah saja ditegur oleh mbak-mbak karyawan karena ketahuan memotret. Tapi bisakah mbak-mbak karyawan sebentar saja mengizinkan saya untuk memotret karena….

Ada banyak alasan kenapa seseorang dengan sangat terpaksa harus memotret barang di toko perbelanjaan. Dalam kasus saya sendiri, saya hanya memotret untuk simbah. Simbah seperti namanya, sudah tua, terlampau ringkih untuk bisa jalan-jalan dan berbelanja memilah-milih barang. Bersyukur ada media bernama whatsapp, yang memudahkan saya untuk berkomunikasi dengan simbah, tentu saja dengan cara mengirim gambar-gambar hasil jepretan saya untuk kemudian dipilih simbah. Simbah tidak perlu repot naik kursi roda dan merasa capek. Dalam hal ini, saya juga nggak merasa pihak toko dirugikan, sebab toh saya juga akan beli barangnya. Terdengar egois? Saya rasa tidak. Asalkan sebelum memotret atau ketika memotret saya bilang ke mbak-mbak karyawan mengapa saya harus melakukan pelanggaran itu.

Saya pernah meminta izin dan kemudian dibolehkan, pernah juga ada mbak-mbak karyawan yang melarang meski sudah dijelaskan. Baik, itu memang peraturannya, saya hanya bisa merasa kecewa.

Maksudnya begini, selama saya tidak menggunakan atau menyebarkan foto hasil jepretan saya bukannya tidak masalah? Atau edukasi saya yang kurang ya soal ini? Kalau memang ada yang bisa menjelaskan, saya betul-betul akan mengapresiasinya.

23 pemikiran pada “Dilarang Memotret

  1. kadang gemes emg. Solusinya ambil foto produk di internet kirimin ke mbah, ada ini itu. ribet tapi ya gimana 😦

  2. Aku dulu dimintain tolong temen yg buka jastip, tapi gajadi foto2 karena ya itu alasannya. Mau diem2 juga yg jaga ada di tiap sudut, jadi males wkwk

  3. Kamu kali zo motretnya sambil jungkir balik. Kan jadi meresahkan yang begitu tuh.

    Emang sih aturan kaya begini ini yg bikin kesel, udah alasannya gk jelas juga sih.

    Tapi pada saatnya kamu bakal bisa menaklukan si mbak2 zo. Paling lambat setelah kamu jadi emak2. Hahaa~

  4. Untungnya belum pernah sampai ditegur huhu. Barangkali mereka sebegitu takutnya barang dagangan mereka ditiru/diplagiat lewat pengambilan foto ituu. Sedih juga sih kalau udah dijelasin alasan sebenarnya responnya masih negatif :”

  5. Saya juga gak mengerti kenapa toko/supermarket/hypermarket melarang foto-foto. Kadang foto yang kita buat juga bisa melariskan dagangannya.
    Solusinya foto diam diam aja, hehe…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s