Kaleidoskop 2018

Apa saja yang terjadi pada diri saya setahun terakhir?

Januari: Awal tahun, saya hanya disibukkan dengan menyelesaikan laporan magang dan mencari judul skripsi. Januari adalah bulan di mana saya bingung setengah mati mau bikin skripsi yang seperti apa. Alhamdulillah, di bulan ini juga judul skripsi saya di-acc oleh dosbing kesayangan, Mas Tan. Saya memutuskan untuk mengambil penelitian kuantitatif dengan topik clickbait di situs berita media daring.

Februari: Bulan kedua di tahun 2018, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki untuk yang pertama kalinya di Jakarta, di umur yang ke-21. Agak miris ya? Mau bagaimana lagi, orang tua saya emang sensitif kalau saya minta sesuatu yang aneh-aneh. Minta untuk pergi ke luar kota sendirian, tapi pada akhirnya saya hanya diberi izin jika ditemani kawan karib saya, si Afifah itu. Pergi ke Jakarta dan merasakan naik KRL, busway, melihat Monas, Kota Tua, rasanya sangat menyenangkan. Saya juga bisa bertemu dengan teman-teman blog, pengalaman yang tentu nggak akan bisa saya lupakan.

Maret: Akhirnya saya seminar proposal yeay! Sempro yang berjalan lancar namun sedikit menegangkan. Butuh waktu satu setengah jam sampai akhirnya sempro saya berakhir dan di-acc oleh kedua dosen penguji. Sangat bersyukur karena dosbing saya, Mas Tan, cukup membantu selama proses sempro. Masih saya ingat gimana gugup dan groginya saya saat sempro. Jauh lebih dahsyat ketimbang sidang huhuhu.

April: Saya tidak bisa mengingat ada kejadian luar biasa seperti apa di bulan ini. Mungkin di bulan April saya merasa jenuh dengan segala bimbingan, revisi, bolak-balik ke perpus, dan semacamnya. Saya juga merasa sedikit tidak berguna karena kesibukan saya hanya di skripsi saja. Eh, di bulan ini saya datang ke Jakarta lagi! Kali ini bersama Abah dan kedua adik perempuan saya. Refreshing, melupakan sejenak skripsi yang tak kunjung menemukan titik temu.

Mei: Saya semakin merasa menjadi manusia yang tidak berguna. Bolak-balik kena revisi tiap bimbingan. Saya jadi lebih sering mendengarkan lagunya Ada Band yang Manusia Bodoh. Skripsi saya seperti tidak berprogres di bulan Mei. Bersyukurnya, ada orang-orang baik di sekitar saya yang selalu menyemangati dan mendukung saya.

Juni: Alhamdulillah saya mulai bangkit. Saya tidak lagi menargetkan dan memaksakan diri untuk bisa wisuda di bulan Juli. Saya cenderung lebih tenang dan tidak buru-buru untuk segera menyelesaikan skripsi. Yang penting, alon-alon asal kelakon. Oh iya, di bulan ini pula saya banyak ditinggal sahabat-sahabat saya yang duluan sidang. Isokay wae aku rapopo. Juni tetap terasa spesial karena sepertinya di pertengahan bulan saya seperti dirasuki dewi cinta. Saya merasa sangat manis di bulan ini. HAHAHAHA.

Juli: Bulan di mana sebenarnya skripsi saya sudah tinggal sedikit lagi selesai, tapi sengaja di lama-lamain karena jadwal sidang belum juga nampak hilalnya. Banyak menyiapkan berkas di bulan ini, berkas untuk sidang yang lumayan bikin ribet tapi saya bahagia setengah mati ngelakuinnya.

Agustus: Awal bulan Agustus, saya sidang! Sebuah pencapaian, pada akhirnya. Surprisingly, sidang saya berjalan amat sangat mulus dan hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Wow. Sidang lancar selancar jalan tol, dengan revisian yang bisa dibilang sedikit. Saya sangat mensyukurinya. Sempat ada drama karena dosen penguji saya berhalangan hadir dan akhirnya diganti oleh dosen penguji lain di detik-detik terakhir. Kebetulan dosen penguji penggantinya baik banget ya Allah huhuhu terharu. Di bulan ini juga saya mendapatkan hadiah teristimewa. Pada akhirnya rindu akan menemukan jalannya untuk bertemu.

September: Bulan ini banyak diisi dengan main dan main. Menghabiskan masa-masa terakhir dengan teman-teman kuliah yang sudah lebih dulu wisuda. Berpisah, namun kita akan bertemu lagi suatu saat nanti kan? Saya juga menemani teman-teman saya, datang dari satu job fair ke job fair yang lain. Maklum, calon pengangguran. Karena saya belum punya ijazah dan transkrip nilai, saya hanya lihat-lihat selama datang ke job fair ehehe.

Oktober: Alhamdulillah, Allah memang suka memberi kejutan. Pertengahan Oktober saya resmi bekerja. Statusnya masih magang sih, tapi saya sangat bersyukur karena bisa langsung nyaman di tempat kerja. Saya dikelilingi dengan rekan-rekan yang teramat baik. Oh iya, saya bekerja sebagai content writer di perusahaan software as a service. Setiap hari kerjaan saya menulis. Agak malu karena meski tiap hari menulis, saya malah semakin jarang ngeblog. :’)

Di bulan ini pula saya wisuda, alhamdulillah. Senang bercampur sedih rasanya karena saya sudah tidak harus bolak-balik ke kampus lagi. Alhamdulillah lagi, tanggungan pendidikan orang tua pada akhirnya lunas. Saya senang melihat senyum lebar Abah dan Umi ketika saya wisuda kemarin. :’)

November: Bulan November kali ini usia saya menjadi 22 tahun. Ada beberapa kali saya merenung dan mencoba mengerti bahwa di usia ini, saya sudah dewasa. Cukup berat untuk memahaminya, menjadi dewasa nyatanya tidak semudah membalikkan telapak tangan, hadeeh yaiyalah. Di bulan ini pula entah mengapa saya sangat amat merasa sensitif dan mudah menangis.

Desember: Penutup tahun, kabar bahagia datang dari mana-mana. Saya akhirnya diangkat menjadi karyawan, yeay gaji naik! Kumpul bersama keluarga besar dan menghabiskan waktu lebih dekat dengan mereka. Banyak tertawa, banyak bahagia, penuh cinta, penuh kasih sayang. Banyak juga teman-teman saya yang menikah di bulan ini, lalu ada kabar tentang teman-teman yang akan melangsungkan pernikahannya dalam waktu dekat. Bahagianya! Jangan tanya saya kapan nyusulnya ya hmm.

Ada banyak, banyak sekali hal yang harus disyukuri di tahun ini. Saya belajar, menjadi orang baik yang mudah bersyukur akan membuat hidup terasa lebih tenang.

Alhamdulillah. Terima kasih untuk kalian yang selalu ada, yang mendoakan, yang menyemangati, yang melukai, yang membuat sakit hati. Terima kasih banyak.

Sampai jumpa di tahun depan, doakan saya bisa lebih aktif menulis di sini ya! Saya rindu kalian. Di sini, di mana kata-kata selalu menemukan rumahnya. Love!

17 pemikiran pada “Kaleidoskop 2018

    • Lha itu masuk kaleidoskop kak Naufal, bulan di mana akutu banyak nangisnya. Penyebabnya apa hayo kalo bukan karena difollback kak Naufal? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s