Berita Kematian

Siang ini saya dapat kabar, salah satu adik kelas saya sejak TK sampai SMA meninggal dunia. Yang membuat saya kaget, almarhum meninggal karena kecelakaan. Bukan kecelakaan tunggal, bukan pula ditabrak atau menabrak orang. Almarhum meninggal tertimpa pohon yang tiba-tiba rubuh, tanpa angin tanpa hujan. Ngilu hati saya saat membaca kabar dukanya tadi di grup angkatan.

Almarhum adalah anak semata wayang yang baik luhur dan pekertinya. Semasa sekolah dulu, almarhum dikenal pandai dan rajin beribadah. Almarhum juga jadi murid kesayangan guru-guru. Intinya, almarhum orang yang sangat baik. Saya memang tidak terlalu dekat dengannya, cuma karena satu organisasi semasa SMA dulu, saya selalu menyapa almarhum tiap berpapasan di sekolah. Begitu pun dengan almarhum, senyumnya selalu merekah tiap berpasasan atau mengobrol dengan saya. Saya hanya merasa sedih, di saat-saat terakhirnya, saya tidak sempat untuk menanyakan kabar apalagi mengingat sosoknya. Lalu tiba-tiba hari ini, semua kenangan tentangnya menguar di memori saya. Bahkan ingatan saya tentang almarhum di masa TK dulu saya juga ingat, dengan seragam dan gigi ompongnya. Duh :’)

Kejadian siang tadi benar-benar jadi penampar keras untuk saya. Saya terlalu kurang ajar karena beberapa kali sempat memikirkan skenario kecelakaan selama di perjalanan entah kemana pun itu tujuannya. “Gimana ya rasanya kecelakaan?” “Gimana ya sakitnya jatuh dari motor?”, “Kalau aku jatuh atau kecelakaan, gimana ya reaksi orang-orang terdekatku?”

Sedih, saya sedih pernah membayangkan skenario seperti itu. Karena berita kematian almarhum, saya juga merenung. Merenungi bahwa kematian bisa terjadi kapan dan di mana saja. Merenung, bahwa ucapan hati-hati di jalan dari orang-orang terdekat kita bukan sekadar ucapan pemanis di mulut saja.

Seringkali kita lupa bersyukur, padahal bentuk syukur yang paling sederhana bisa dengan selamat selama di perjalanan, atau dikelilingi orang yang selalu peduli untuk mengucapkan “hati-hati”.

Selamat jalan, adik kelas yang teramat baik! Senang bisa mengenal dan belajar banyak dari kebaikan hatimu. πŸ™‚

7 pemikiran pada “Berita Kematian

  1. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun
    Turut berduka πŸ™

    Sama sih, kadang refleks mikir negatif pas naik kendaraan, yang mana nggak baik banget dilakuin dan harusnya dikontrol. Tapi seumur-umur nggak pernah penasaran sama yang namanya kecelakaan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s