Genggam

Pagi itu, perasaanku membuncah, senang bukan kepalang. Meski tidurku semalam hanya 3 jam, ditambah bolak-balik ke kamar mandi yang sampai 7 kali. Tak mengapa, wajahku sama sekali tak nampak kurang tidur.

Pagi itu, setelah akad diucapkan dengan penuh keyakinan, aku dipersilakan untuk duduk di sebelahmu. Aku grogi bukan main, kita tak pernah duduk sedekat ini. Sambil mendengarkan khutbah nikah, aku mencoba menghilangkan rasa grogiku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu menyentuh tangan kiriku. Sentuhan yang kemudian berakhir menjadi genggaman. Genggaman yang erat, hangat, dan nyaman. Tentu disertai keringat tanda aku tidak grogi seorang diri. Aku tersenyum menahan malu, sambil sedikit menoleh ke arahmu. Aih, manisnya si pemilik senyum itu.

Pagi itu aku tahu, aku tak pernah salah memilihmu untuk menjadi teman seumur hidupku.

Semarang, 24 November 2019


Beberapa minggu yang lalu suami sempat bilang, “Dek, akhir-akhir ini abang punya 2 hobi baru. Pertama, abang suka liatin wajah adek waktu lagi tidur. Kedua, abang suka liat wajah adek kalau lagi fokus,” yang tentu kemudian saya “Huuuu gombaaaaal” kan. Tapi akhir-akhir ini, hobi saya kok ketularan suami ya, saya jadi suka ngelihatin suami kalau lagi tidur. Rasanya bahagia banget bisa ngelihat wajah polosnya, sambil sesekali saya ciumin pipi, kening, sama bibirnya. Kayak malam ini, saya nggak bisa tidur, jadi ngetik spontan deh sambil sesekali lihatin suami yang udah nyenyak tidurnya. Hehehe.

20 pemikiran pada “Genggam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s