Kangen

Dulu sebelum menikah, kupikir hubungan LDR tidaklah seburuk itu. Aku dan suamiku sepertinya sama-sama sepakat untuk hal itu, karena kami memang dari awal kenal sampai sebelum akad sudah terbiasa untuk tidak saling bertemu dalam jangka waktu yang cukup lama. Setahun bisa bertemu sekali dua kali juga udah syukur. Bagiku saling memberi kabar lewat chat atau telpon sudah sangat cukup untuk mengobati rindu. Yah, tapi itu dulu.

Sekarang kami sudah menikah hampir dua tahun, dan selama itu juga kami selalu berdua. Kamu lagi kamu lagi. Anehnya kami masih sesekali saling bertanya, “bosen nggak sih sama aku?” dan jawaban kami berdua masih selalu sama, “nggak, nggak pernah bosen. Nanti kalau bosen bilang deh”

Nyatanya nggak pernah ada yang berucap bosan sampai sekarang. Bagiku itu sesuatu yang harus kusyukuri sih. Alhamdulillah.

Namun semuanya berubah sejak dua minggu yang lalu. Kami, aku dan suami, dengan sangat terpaksa harus LDR lagi. Kehamilanku yang semakin tua dan pilihan kami berdua untuk melahirkan di kota kelahiranku membuat kami mau tak mau harus berjauhan dulu. Pilihan yang kami pilih ini juga bukan cuma atas keegoisanku seorang, tapi lebih kepada baiknya memang melahirkan di Semarang dulu. Di tempat dinas suami sedang tidak ada dokter kandungan. Sangat riskan melahirkan di sana, terlebih fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai. Intinya, keputusan ini sudah kami pikirkan matang-matang, termasuk risiko akan LDR untuk waktu yang teramat lama.

Tadinya kupikir mudah, tapi….

Menjelang hari-hari terakhir sebelum berpisah, aku betul-betul sedih. Setiap malam menangis sambil melihat wajah suami yang asyik terlelap. Membayangkan hari-hari tanpa suami di sisi semakin hari semakin berat. Tentu suami tau aku sangat sedih, tapi dia selalu berusaha menguatkan dirinya sendiri kalau berpisah memang tidak seberat itu. Yah, ujung-ujungnya kami sempat beberapa kali menangis bersama sambil berpelukan sebelum pada akhirnya benar-benar berpisah secara fisik.

Sebelum berpisah, aku membayangkan suami akan jauh lebih merasa berat untuk hidup tanpa ada aku di sisinya. Nyatanya? Terbalik. Aku yang merasa amat sangat berat tanpa ada suami di sisiku. Aku yang sering cemas menunggu chat, telpon, atau video call darinya. Aku yang sering kepikiran dia udah makan belum ya, makannya bergizi atau nggak ya. Aku yang lebih sering bilang kangen duluan, atau aku yang maunya berlama-lama tiap video call sampai mengganggu jam kerjanya. Huft, entah kenapa setiap kali suami kutinggal, pekerjaan atau problematika dia di kantor semakin besar dan banyak. Jadilah suami lebih banyak memforsir dirinya untuk bekerja, sampai istrinya kadang terlupa. Untung sudah mulai terbiasa. :’)

Seperti malam ini misalnya, dari dulu awal menikah, aku suka menyindir suami, coba sekali-sekali dia tidur belakangan setelah aku tidur duluan tiap malam weekend. Habisnya aku suka kesel, setiap malam, literally tiap malam, suami selalu yang tidur duluan. Entah kenapa dia nggak pernah bisa kuat lama-lama sadar diri kalau udah nemplok bantal. Tau-tau pulas, tau-tau nggak nyahut kalau diajakin ngobrol. Ya seperti malam ini, inginnya aku video call sebentar sebelum tidur, eh dianya ternyata udah asyik duluan di dunia mimpi, padahal masih jam 9 malam kurang, dan malam ini malam weekend. :’)

Begini ternyata rasanya LDR lagi setelah menikah. Berat, sungguh berat untukku.

7 pemikiran pada “Kangen

  1. Kok kisahnya mirip banget kayak ane sih.. Dulu waktu LDR ane lebih sering tidur awal dibandingkan istri.. Ampe istri sering kesel gara2 blm lama video call ane udah ngantuk duluan.. 😅

    • Seringnya sih beralasan krn besoknya kerja, jadi ane gak mau bergadang, hhe.. Padahal istri biasanya susah tidur terus pengennya ngelepas kangen pas malam.. Krn kalau weekdays video call siang2 susah..

      Kalau pas weekends video call dipuas2in pas pagi sama sore, jadi malamnya tetap gak perlu bergadang..

  2. Aku berasa baca ramalan tentang apa yang bakal aku alami jugaaa. Aku bahka baca ini sambil nahan nangis dan lirik lirik suami yang lagi asik ngegameee. 3 bulan lagi HPL dan bakal ngerasain LDR jugaaaa nih karna aku mau lahiran di kota asal kita berdua 😭😭 fix bakal nangis juga sih besok wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s