Dia, Dilanku

Entah karena kesambet apa, pagi tadi saya diajak menonton Dilan oleh kawan saya. Mungkin karena dia pakai emotikon nangis, saya jadi tergerak untuk mengiyakan. Kasihan dia, baru-baru ini kembali berstatus lajang karena nyatanya restu dari orangtua kadang masih memandang suku. Kalau ada pembaca di sini yang Batak dan katolik, bisalah komentar biar saya kenalkan pada kawan saya yang cantik nan cerdas itu. #iniserius

Berbekal rasa percaya diri tinggi karena beberapa waktu lalu akhirnya (dengan memaksakan diri) khatam membaca buku bagian pertamanya, saya memasuki XXI dengan mantap. Alangkah terkejutnya saya dan kawan saya melihat antrean tiket begitu panjangnya. Ini kali pertama saya datang ke XXI dengan antrean sepanjang itu.

Selama mengantre, saya mengamati sekitar dan melihat banyak sekali siswa-siswi SMP. Mengingat jam di tangan masih menunjukkan pukul 12, saya tentu heran kenapa bocah-bocah ini sudah pada nongkrong asyik di sini yak? Beberapa gosip, ada yang selfie atau wefie apalah itu, yang lain fotoin tiket bioskop.

Read More »

Iklan

Rekomendasi Drama: Wise Prison Life atau Prison Playbook

Sudah lama sepertinya saya tidak mereview drama ya? Tahun 2017 kemarin bisa dibilang tahun hiatus saya dari dunia perdramaan. Adakalanya rasa bosan menyiksa ketika menonton drama yang alurnya ya paling gitu-gitu aja meskipun banyak yang bilang bagus. Yak, dibanding tahun 2016, tahun 2017 memang lebih banyak menyuguhkan drama-drama menarik. Tapi entah mengapa semangat menonton drama sepertinya memudar di tahun 2017. Hanya yang benar-benar bagus menurut saya yang bisa saya tonton sampai tuntas. Sebutlah di genre crime-thriller-mystery ada Voice, Tunnel, Signal, Secret Forest, Witch’s Court dan Missing Nine yang rekomen sekali untuk ditonton. Lalu di genre slice of life ada Because This is My First Life, Age of Youth 2, Avangers Social Club, dan Go Back Couple yang tentu juga rekomen ditonton. Lalu ada beberapa yang ‘katanya’ bagus namun menurut saya biasa aja seperti Fight for My Way dan While You Were Sleeping. Weh ternyata banyak juga yang saya tonton ya meski sedang hiatus hahaha. Yang jelas di tahun 2017, saya lebih menggemari drama-drama bergenre crime-thriller-mystery.

Lalu di akhir tahun 2017, muncullah sebuah drama yang di awal-awal kemunculannya sempat tidak tercium baunya. Sebuah drama yang awalnya saya dapat dari rekomendasi seorang teman pecinta drama expert. Ehm, expert di sini dalam artian pokoknya segala drama rekomendasi dia akan saya tonton karena dia tahu benar mana drama yang benar-benar berkualitas meski disebut ‘underrated’. Gomawo, Mbak Aul saranghae!

Yak, drama itu adalah Wise Prison Life atau Prison Playbook. Drama yang ternyata disutradarai oleh Shin Won Ho ini jelas akan menimbulkan kesan yang berbeda dari drama yang lainnya, mengingat ahjussi yang satu ini juga menyutradai drama terbaik yang pernah saya tonton seumur hidup yaitu Reply Series (1988, 1994, 1997). Ahjussi yang satu ini memang daebak!

Setelah menonton 16 episode Wise Prison Life kesan yang bisa saya berikan adalah,

Tak kusangka kehidupan di penjara bisa semenyenangkan ini…

WhatsApp Image 2018-01-21 at 07.25.50 (7)
Kelihatannya serem kan? Padahal aslinya kocak parah hahaha

Read More »

Wisata Mengenyangkan dan Menyenangkan di Pasar Papringan Temanggung

Selamat Hari Minggu!^^

Pagi tadi saya bersama keluarga mengunjungi salah satu destinasi wisata baru yang ada di daerah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Pasar Papringan, sebuah pasar dengan konsep unik karena berasal dari ide yang mahal. Kata papringan sendiri diambil dari Bahasa Jawa yang berarti hutan bambu. Yak tepat sekali, Pasar Papringan adalah pasar yang menawarkan konsep makan-makan sekaligus rekreasi di hutan bambu. Sudah mulai tergambarkan? Kalau belum biar saya kasih gambaran:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pemandangan yang bisa dilihat setelah memasuki pintu utama
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ramai, sesak, tapi asyik dan sejuk

Awalnya, hutan bambu yang sekarang menjadi Pasar Papringan ini, dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Kemudian ada sebuah komunitas bernama Komunitas Mata Air yang menyulapnya menjadi sebuah tempat yang bisa menarik perhatian orang-orang. Terciptalah sebuah konsep yang terinspirasi dari Pasar Papringan Kelingan. Mungkin karena Pasar Papringan di Kedu lebih dekat dengan pusat kota dan lebih mudah diakses, menjadikan pasar ini lebih terkenal dibandingkan Pasar Papringan Kelingan yang menjadi pencetusnya. Kabarnya Pasar Kelingan ini juga sudah ditutup.Read More »

Ini yang Seharusnya Dipahami Laki-laki Soal ‘Red Day’

RED DAY!

Apa itu red day? Red artinya merah, day artinya hari. Jadi maknanya hari merah atau tanggal merah gitu? BUKAN! Bukan itu maksudnya. Red day itu istilah kerennya perempuan zaman sekarang kalau lagi datang bulan atau menstruasi. Mungkin beberapa laki-laki yang baca tulisan ini baru tahu soal red day, kan?

Bicara soal red day nggak bisa lepas dari yang namanya ketakutan berlebihan yang dialami oleh baik itu perempuan yang menjadi pelaku, atau laki-laki yang seringkali menjadi pelampiasan dari si pelaku. Padahal sebetulnya, kalau laki-laki mau memahami, red day itu nggak serumit yang selama ini ada di pikiran kalian kok!Read More »

Mengurus Tilang di Semarang

Akhirnya hari ini saya punya SIM C lagi!

Setelah beberapa minggu sebelumnya saya sempat menulis postingan soal pengalaman kena tilang di Semarang, kali ini saya mau membahas soal bagaimana prosedur mengurus slip merah atau slip biru untuk mendapatkan kembali SIM dan STNK.

Waktu itu saya ditilang pada tanggal 30 April 2017, dan saya diberikan slip biru beserta jadwal sidang pada tanggal 26 Mei 2017 yang jatuh pada hari ini. Pak Polisi sempat memberitahu saya untuk mentransfer sejumlah uang (yang nominalnya saya nggak tahu berapa, teller bank yang akan memberitahu nantinya) pada hari Senin di Bank BRI terdekat. Tetapi pada akhirnya saya tidak mentransfer karena dua alasan; yaitu pertama, setelah browsing di internet, membayar denda tilang bisa dilakukan di Kejaksaan langsung tanpa harus transfer. Kedua, saya nggak mau ribet dengan mentransfer denda maksimal ke BRI lalu ke Kejaksaan lalu kembali lagi ke BRI untuk mengambil kelebihan uang saya di sana.Read More »

Perempuan

Selamat datang di Indonesia, negara dengan sistem sosial patriarki dimana perempuan masih dipandang sebelah mata dari hampir semua aspek. Oke, kali ini saya mau membahas sedikit dari apa yang saya dapatkan selama kuliah di matkul komunikasi gender. It’s all about feminism. Bahasan menarik nan sensitif tetapi selalu sukses membuat para perempuan tercerahkan. Bicara soal feminisme, sebelumnya saya cuma mau memberi tahu, feminisme bukanlah suatu gerakan yang berbahaya, feminisme hanyalah sebuah gerakan dimana perempuan meminta untuk disamaratakan dengan laki-laki dari semua aspek. Di sini, feminisme menganggap laki-laki dan perempuan memiliki status, hak, peranan, kewajiban yang sama, perbedaan perempuan dan laki-laki hanya di perempuan dapat melahirkan, menyusui, dan menstruasi. So, buat kalian-kalian yang masih menganggap bahwa penganut feminisme itu berbahaya dan identik dengan stigma “ogah kawin”, maka kalian salah.Read More »

Ngomongin Band “Day6”

Halo! Balik lagi di postingan kekoreaan. Kali ini saya bukan mau bahas drama atau k-pop karena saya sedang hiatus dalam dunia perdramaan wkwkwk. Saya cuma mau bahas soal band underrated (too rate too low) di Korea sana bernama Day6!

Seperti yang dijelaskan wikipedia, Day6 adalah band dengan aliran pop rock di bawah naungan JYP Entertainment. Beranggotakan lima orang yaitu Jae, Sungjin, Young K, Woonpil, dan Dowoon (sumpah saya nggak hapal nama dan wajahnya, saya lihat di wikipedia). Day6 ini bisa dibilang band bentukan baru ya karena mereka baru mengudara tahun 2015 lalu, jadi nggak heran kalau masih banyak orang yang belum tahu soal Day6 even orang yang ngakunya k-popers sejati pun belum tentu tahu (saya yang bukan k-popers merasa sedikit jemawa).Read More »