Ternyata Saya Seorang ISFJ

Yak, terima kasih Kak Jeka karena akhirnya aku tahu diriku yang sebenarnya hahaha! Jadi, barusan saya disaranin sama Kak Jeka untuk buka link https://www.16personalities.com/  untuk mengecek apakah saya seorang yang ENFJ, ENTP, ISTJ, dan sebagainya. Setelah sekitar 20 menit saya menjawab 60 pertanyaan berbahasa Inggris (iya sayangnya masih belum tersedia bahasa Indonesianya) sambil sesekali membuka kamus, akhirnya saya mendapatkan hasilnya. Saya adalah seorang ISFJ-A! Nah bingung kan itu artinya apa? Iya, sama, saya juga awalnya nggak paham. Lalu setelah baca hasilnya, ooh jadi begitu to…Baca selebihnya »

5 Drama Korea Terburuk di Tahun 2016

[HANYA UNTUK YANG SUKA DRAMA KOREA] [TULISAN INI MURNI PENDAPAT PRIBADI]

Annyeong para pecinta drama korea! Nggak kerasa ya sekarang udah tahun 2017 aja!

Kalau pembukaan postingan kali ini di awali dengan statemen “tahun 2016 adalah tahun terbaik untuk drama korea,” kira-kira kalian setuju nggak? Kalau saya pribadi sih, setuju. Well, karena di tahun 2016 ini memang banyak suguhan drama korea dengan beragam genre dan episode. Dari sekian banyaknya drama korea di tahun 2016, saya cuma menonton tak lebih dari 30 drama. Di antaranya: Baca selebihnya »

Aplikasi Asyik untuk Menghapal Al-Quran

Hmm, malam minggu gini asyiknya bikin tulisan yang berfaedah ya. Karena hidup tanpa tahu faedah rasanya kok seperti tidur sambil melek hahahaha (duh, garing). Kuy dimulai #MalamMingguBerfaedah nya!

Jadi tadi sore saya habis liqo, liqo itu semacam kegiatan melingkar yang bertujuan untuk mengakrabkan dan mendiskusikan banyak hal mengenai agama pada khususnya dan hal lain pada umumnya. Yap, seminggu sekali saya di sunnah muakadkan untuk mengikuti liqo, karena yang namanya jiwa pasti butuh siraman rohani. Liqo merupakan salah satu sarana dari banyak sarana yang bisa dilakukan untuk mendamaikan jiwa (ini serius). Oke, karena waktu liqo tadi saya dan teman-teman ditugaskan untuk menghapal satu surat untuk disetor di minggu-minggu selanjutnya, beberapa jam yang lalu saya coba cari-cari aplikasi untuk menunjang hapalan surat saya. Nggak butuh waktu lama, saya menemukan satu aplikasi dan langsung membuat saya jatuh hati. Aplikasi ini bernama Ayat. Fyi, aplikasi Ayat bisa diunduh untuk ios, android, dan pc lho, jadi jangan khawatir. Karena kebetulan saya lagi buka laptop, saya unduh lewat laptop deh. Begini tampilannya…

z
Tampilan awalnya

Cukup menarik kan?  Yap, aplikasi Ayat ini menurut saya sempurna. Di dalamnya, terdapat banyak sekali pilihan reciter dari segala penjuru dunia. Saya sendiri lebih suka bacaan Mishary Alafasi yang sekarang menjadi imam di Masjidil Haram karena suaranya yang merdu dan menyentuh relung jiwa saya (duh, berat).

zz
Reciter dari segala penjuru dunia, banyak kan? Ini di bawahnya masih ada lagi lho

Selain terdapat banyak pilihan reciter, Ayat ini cocok banget dipakai untuk menghapal. Karena Ayat memiliki fitur repeat settings. Jadi kalian bisa mengetik ayat apa yang ingin kalian hapal, kemudian diatur untuk diulang kembali ayatnya sesuai dengan keinginan kalian. Misalnya kaya saya nih yang lagi ngapalin surat As-Saff ayat 1-4. Per ayatnya juga bisa diulang lho kalau kalian mau. Kaya gini nih…

zzzz
Segala delay ada juga di Ayat, keren keren

So, menghapal pakai Ayat nggak akan memakan banyak waktu deh, dijamin, begitu diulang 5-20 kali, pasti  langsung hapal. Bisa kok dibuktikan. 🙂

Selain itu, Ayat ini juga punya fitur lain yang belum saya coba sih hehe soalnya saya download ini memang untuk hapalan aja. Fitur berupa berbagai macam pilihan tafsir, read only, memorizing (ini semacam tes ringan yang dilakukan setelah selesai menghapal), tajwid, dan sebagainya. Pokoknya lengkap! Menghapal bukan jadi hal yang menakutkan dan menyebalkan lagi setelah saya coba aplikasi Ayat ini. 🙂

Untuk yang tertarik mendownload di pc atau laptop, bisa kunjungi situs di sini atau untuk yang ingin mendownload di android atau ios, bisa langsung ketik Ayat di kolom search google play. Simpel kan?

Ohiya, saya ada sedikit tips nih untuk menghapal ayat Al-Quran (meski hapalan Quran saya masih sedikit). Tips yang pertama adalah dengan membacanya berulang-ulang selama 5-20 kali untuk setiap ayat yang ingin kita hapal. Ingat ya, dibaca! Nah setelah 20 kali, baru deh coba kita ucapkan tanpa melihat Al-Quran. Pasti langsung bisa. Tips yang kedua, prinsipnya sama seperti menghapal lagu, semakin sering kita mendengar, maka semakin cepat kita menghapal. Betul kan? Jadi, kita tinggal mendengarkan satu surat yang ingin kita hapal setiap harinya. Ingat, setiap harinya, rutin. Dijamin setelah paling lama satu bulan, pasti hapal. Metode kedua saya pakai waktu saya masih kecil, sedangkan metode yang pertama saya pakai sejak SMP sampai sekarang. Dua-duanya efektif, tapi untuk surat yang memiliki ayat panjang, saya sarankan untuk memakai metode yang kedua, hehehe.

Menghapal Al-Quran itu mudah kok, mempertahankannya agar tetap selalu hapal itu yang sulit. Selamat mencoba dan selamat menghapal ayat Al-Quran. 🙂

 

Review Film: Me Before You

Yang kangen sama Sam Claflin mana suaranya?! Oke, kali ini saya akan review film barat yang aktor utamanya adalah salah satu aktor favorit saya. Setelah satu tahun merindukan sosok Finnick Odair di trilogi Hunger Games, akhirnya rindu saya terobati setelah menontonnya, Me Before You. Film yang diangkat dari buku karya Jojo Moyes ini sukses bikin saya seperti sedang merasakan jatuh cinta lagi. Dengan cast Emilia Clarke yang berperan sebagai Lou dan Sam Claflin berperan sebagai Will, mereka berdua sukses memerankan tokoh sebagai kedua pasangan yang serasi. Full of love, tapi nggak menye dan liar, nggak kayak kebanyakan film barat yang vulgar. So, saya pikir film ini cocok ditonton semua kalangan usia.

 

images

 

[BUKAN SPOILER] [HARAP TENANG]

Film dengan genre drama-romance -dan ada sedikit komedinya- ini barusan rilis bulan lalu lho, dan saya udah nonton bajakannya ehehehe (demi abang Sam yang tampan hahaha). Film ini kurang lebihnya menceritakan tentang seorang pemuda bernama Will yang hancur masa depannya karena ia mengalami kecalakaan yang menyebabkan tulang leher sampai tulang ekornya bermasalah. Sehingga Will ini divonis tidak bisa disembuhkan oleh para dokter, dan hanya bisa menjalani hari-harinya hanya dengan berbaring atau duduk di kursi. Beruntung, Will lahir dari keluarga berada, sehingga orang tua Will selalu mengerahkan yang terbaik untuk kesehatan Will, bukan kesembuhan, karena memang Will tidak bisa sembuh.

Lalu di lain tempat, ada seorang gadis cantik bernama Lou yang hobi sekali memasak. Karena hobinya pulalah, Lou bekerja di toko roti. Namun sayang, karena toko roti tempat Lou bekerja perlahan bangkrut, Lou akhirnya dipecat dengan terpaksa dan menjadi pengangguran. Tapi Lou pantang menyerah, ia terus mencari pekerjaan demi menghidupi kebutuhan keluarganya yang pas-pasan. Hingga pada suatu hari, Lou mendapatkan lowongan pekerjaan dari bantuan seorang temannya. Teman Lou berkata pekerjaannya tidak membutuhkan spesifikasi khusus, hanya perlu menemani seorang yang berketerbatasan saja. Lou pun tertarik, mengingat gaji yang ditawarkan juga tinggi.

Nah, sudah mulai kelihatan kan alurnya? Yap, untuk alur selanjutnya mungkin kalian sudah bisa menebak, bahkan untuk endingnya pun kalian juga mungkin sudah mempunyai bayangan akan seperti apa. Film atau drama dengan tema penyakit memang nggak jauh-jauh dari sad ending kok. Tapi at least, film ini punya sad ending yang menurut saya memuaskan, ya setipelah sama endingnya The Fault in Our Stars.

Nilai saya 8 dari 10 untuk film ini, kenapa? Karena jujur masih bagusan Love, Rosie (film yang diperankan oleh Sam Claflin juga hehe) dari segi alur, plot, dan endingnya. Tapi, Me Before You ini menurut saya adalah film dengan plot yang langka. Rasanya jarang saya menonton film barat dimana ada cowok penyakitan dan ceweknya yang sehat. Karena film The Fault in Our Stars, Now is Good, The Notebook yang sebelumnya saya tonton menceritakan pada mulanya si tokoh cewek yang punya riwayat penyakit. So, ini jadi pengalaman baru buat saya. Sam yang memerankan tokoh Will juga keren banget akting sakitnya. Bener-bener deh kerjaan Sam cuma duduk manis, diem, ngomong sedikit, senyum (duh mas senyumnya itu lho buat jatuh hati :hiks). Emilia yang berperan sebagai Lou juga mampu membuat saya terkesan dengan aktingnya sebagai seorang gadis yang cerewet dan apa adanya, namun tetap menarik hati. Tapi entah mengapa, kok saya tidak terharu atau sedih ya menonton film ini? Apa mungkin memang kurang menyentuh atau sayanya aja yang kurang sensitif hehehe. Dengan durasi hampir dua jam, film ini cukup untuk melepas kerinduan saya akan film barat dengan genre drama-romance dan empunya wajah tampan, mas Sam (ditunggu film selanjutnya mas! Hehehe). Pokoknya, worth to watch untuk ditonton dan diresapi. Karena selama ini, menonton film mas Sam nggak pernah mengecewakan kok! Happy watching! 🙂

Siapa atau Apa itu Awkarin?

Oke, setelah beberapa bulan terakhir dipusingkan dengan sebuah kata ‘awkarin’ yang jujur saya nggak tahu apakah itu nama sebuah benda atau orang, yang jelas sering saya nggak sengaja baca di timeline Line.  Puncaknya semalam, ketika saya buka twitter (duh hari gini masih buka twitter, iyelah asik soalnya) saya dikejutkan dengan salah satu trending topic yang ada di urutan kedua berupa kata ‘Awkarin’. Dan terima kasih untuk twitter, karena penjelajahan twit-twit mengenai Awkarin berbuntut saya yang sedang berlibur dan kurang kerjaan ini akhirnya iseng ngetik di google, ‘siapa itu awkarin?’. Taraaa, tidak ada hasil, maksudnya masih belum ketemu ada blog yang membahas rinci mengenai Awkarin. Akhirnya dari google saya dapatkan info mengenai ask.fm dan vlog-nya Awkarin. Jujur rasanya malas sekali untuk buka ask.fm, karena sebetulnya saya punya ask.fm dan menyesal karena sudah membuatnya. Kenapa? Karena ask.fm isinya -maaf- ba*ot semua, tapi demi menuntaskan rasa penasaran saya, saya membuka ask.fm untuk melihat profil Awkarin. Hmm, dari ask.fm akhirnya saya ngerti sedikit mengenai Awkarin. Dia perempuan, usianya 19 tahun, suka diendorse, punya banyak teman gaul, punya pacar namanya Gaga, merokok, rambutnya suka gonta-ganti warna, kurus, tinggi, bertato, selebihnya saya lupa. Intinya, Awkarin adalah seorang selebask (artis ask.fm, kalau di twitter namanya selebtwit, begitulah). Karena di profil ask.fm Awkarin dia sering bahas soal vlognya, akhirnya saya iseng juga ngeklik. Vlog pertama yang saya tonton adalah vlog pertamanya Awkarin, yang judulnya ‘Menggelinding ke Gading’. Kesan saya setelah menontonnya sambil nge-skip skip adalah… ANJING! ANJING! ANJING!

Yak, terlalu banyak kata anjing di dalamnya, sampai panas telinga saya. Dan nggak terhitung juga banyak kata-kata kasar yang lain yang amat sangat layak untuk disensor. Woe, ini vlog apa kebun binatang sih? Oke, setelah selesai, saya memutuskan untuk menonton vlog terbarunya (yang rupanya karena vlog terakhir Awkarin inilah dia bisa jadi trending topic di twitter) yang berjudul Surprise Party and My Confession atau apalah, saya lupa ( bisa cek di sini: https://www.youtube.com/watch?v=prqur3yCR8k&feature=youtube_gdata_player ). Dan respon saya setelah menontonnya adalah, ternyata hidup Awkarin jauh lebih drama ketimbang drama-drama korea yang udah saya tonton selama ini. Nggak ngerti mesti sedih atau nyesek waktu nonton, yang jelas saya dipenuhi penyesalan hiks hiks. Bayangin deh, vlog dengan durasi setengah jam, dan lebih dari setengah isinya Awkarin yang sedang nangis, menangisi pacarnya yang sudah jadi mantan, Gaga. Kemudian menangisi haters yang bilang dia adalah perusak moral bangsa, menangisi nasibnya, takdirnya, bla bla bla. Skip, skip, skip, saya kok males nontonnya. Yang jelas di awal video itu, si Awkarin ini rencananya mau ngasih kejutan untuk mantan pacarnya bareng teman-temannya. Gile bro, Awkarin mau ngasih kado ke mantan pacarnya, sekali lagi, mantan pacarnya, sebuah drone. Ebuset. Tapi untungnya nggak jadi, karena apalah saya lupa dan kalau nggak salah akhirnya Awkarin ngasih kado sepatu (?). Yang saya kagetin lagi, ternyata teman-temannya Awkarin nggak jauh berbeda dengan Awkarin. Omongannya kasar semua, merokok (sumpah baru kali ini saya ngeliat vlog isinya cewek-cewek ngerokok). Skip, skip, skip, bosan.

Yang asyik dari vlognya Awkarin ini ngelihatin kolom komentarnya hehe. Banyak yang pro, banyak juga yang kontra, banyak yang misuh-misuh, banyak juga yang simpatik. Duh, saya mah netral aja, baru tau Awkarin siapa juga semalem kok hahaha. Tapi kalau boleh jujur, melihat dari vlog-vlog lainnya yang dibikin Awkarin, saya nggak bisa bilang vlognya jelek, karena gimana ya, nyaman aja gitu ngelihat perpindahan setiap mau ganti topik. Lagu-lagu yang dipilih Awkarin untuk dijadikan backsound juga asyik-asyik. Kontennya aja sih yang perlu dikasih banyak sensor, tapi kalau disensor, mungkin nggak bakal pada ngerti kontennya apa, karena isinya misuh semua hahaha. Jadi buat yang masih dibawah umur, jangan nonton ya!

Oke, itulah informasi yang saya dapat mengenai Awkarin selama dua jam saya ngestalkingin dia demi menuntaskan rasa penasaran saya. Ada info-info mengenai Awkarin lainnya yang bisa saya dapatkan lewat komentar-komentar di youtubenya, tapi saya ragu menulisnya di sini, karena bisa jadi fakta, bisa jadi omong kosong saja, cari aman ajalah. Kalau kalian penasaran ingin menyelidiki lebih jauh, silakan cek ask.fm nya: awkarin atau youtubenya: Karin Novilda.

Selamat pagi dari saya yang kurang kerjaan!

 

Nih ada bonus wajahnya Awkarin buat yang belum tahu dan penasaran xD

awkarin
Before and after, sumber

Review Drama Korea: Reply 1988

Oke, kali ini saya akan review drama korea yang berjudul Answer Me 1988 atau lebih sering dikenal dengan nama Reply 1988. Drama ini ada dua puluh episode (berbeda dari Reply 1997 yang hanya 16 episode atau Reply 1994 yang ada 21 episode) dan tayang di TvN sekitar enam bulan atau tujuh bulan yang lalu. Dengan cast yang sama sekali belum pernah saya lihat di drama sebelumnya, ada Hyeri yang merupakan salah satu anggota dari girlband ‘Girl’s Day’, Ryu Jun Yeol yang merupakan aktor baru dalam dunia perdramaan, Go Kyung Pyo yang sebelumnya sudah pernah ada pengalaman bermain peran di drama Flower Boys Next Door, dan menjadi cameo di drama Warm and Cozy. Lalu ada Park Bo Geum, aktor yang akhir-akhir ini kita tahu sebagai teman karib Song Joong Ki (main-lead di drama Descendant of The Sun), lalu Lee Dong Hwi, aktor multitalenta yang luar biasa.

r

Nilai dari saya adalah 9,5 dari 10 untuk drama ini. Kenapa? Karena jujur, sampai saat ini Reply 1988 masih merupakan drama favorit yang menduduki peringkat pertama semasa hidup saya menonton drama korea. Judul Reply 1988 ini dibuat sesuai dengan drama pendahulunya, yaitu Reply 1997 dan Reply 1994. Jadi isi ceritanya nggak jauh beda sama drama pendahulunya, seputar keluarga, persahabatan, dan cinta yang terjalin di masa lalu. Sesuai judul, Reply 1988 ini bersetting di tahun 1988, tahun di mana HP atau bahkan pager masih belum ada. Reply 1988 ini bercerita tentang lima orang anak yang disebut sebagai Geng Ssangmundong, Duk Seon (Hyeri ‘Girl’s Day), Jung Hwan (Ryu Jun Yeol), Dong Ryong (Lee Dong Hwi), Sun Woo (Go Kyung Pyo), dan Taek (Bo Geum) yang sedang menikmati indahnya masa-masa SMA mereka.

Drama dengan genre family-comedy ini sukses membuat saya terbahak dan menangis di episode yang sama. Kekurangan dari drama ini menurut saya (dan juga sebagian besar penonton lainnya) terletak pada ending yang masih tidak fair, cuma it’s ok, karena tidak semua drama berakhir bahagia kan? Yang penting, banyak sekali pesan moral yang bisa saya dapatkan setelah menonton Reply 1998.

Lebih pentingnya lagi, drama ini cocok banget buat ditonton bareng keluarga, kakak-adik, kakak-adik-zone, teman atau sahabat, bahkan kakek-nenek ikut nonton pun diperbolehkan, karena genrenya yang memang seputar keluarga dan semua kalangan usia pasti bisa menikmatinya kok.

Oke, sekian review singkatnya, untuk yang ingin tahu lebih detail, cus.

Reply 1988 bercerita tentang seputar kelima tokoh utama seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Kelima anak SMA ini sudah bertetangga sejak mereka lahir, jadi nggak heran kalau mereka akraaab banget!

duksun
Kelakuannyaaa hahahaha!

Ada Duk Seon, satu-satunya perempuan di Geng Ssangmundong yang punya karakter tidak tahu malu, gila, absurd, aneh, dan pecicilan. Meskipun begitu, Duk Seon di sini diceritakan sebagai anak kedua dari tiga bersaudara yang dianggap paling nrimo di antara saudara lainnya. Duk Seon jarang merepotkan ibunya, selalu mengalah, pasrah ketika hari ulang tahunnya dirayakan bersama kakaknya karena berada di bulan yang sama, dan yang paling penting, kehadiran Duk Seon ini juga yang paling sering dilupakan… sama kedua orang tuanya hahaha. Di episode pertama dijelasin kok kenapa Duk Seon, si anak kedua (sama kaya saya) kelihatan jadi yang paling kasian di antara kedua saudara lainnya. Ya karena orang tua terlalu sibuk memikirkan nasib si anak sulung, dan memanjakan si anak bungsu, jadi, menjadi anak kedua itu seringkali… terabaikan, hiks hiks. Tapi seiring dengan berjalannya episode, Duk Seon pada akhirnya diperlakukan sama dengan saudaranya yang lain. Jujur, ini episode pertama yang bercerita tentang Duk Seon, sukses buat saya nangis kejer, mungkin karena sama-sama anak kedua jadi ya.. I know what you feel, Duk Seon, you’re not alone. :’)

Kalau dari persahabatan kelima orang Geng Ssangmundong, Duk Seon dikenal sebagai cewek gila yang hobi berteriak dan mengeluh, malas belajar, payah dalam menari, dan nggak peka. Kehadirannya di Geng Ssangmundong membuat dua temannya yang lain, pada akhirnya jatuh hati padanya (nah mulai nih keliatan ada cinta segitiganya).

junghwan
Jung Hwan, karakter yang memikat semua penontonnya :3

Lalu ada Jung Hwan (tokoh favorit saya!) yang berperan sebagai seorang tsundere. Di keluarganya, merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Lahir dari keluarga yang paling miskin di antara keempat temannya, tapi tiba-tiba pada suatu hari, kakaknya yang selalu gagal masuk ujian universitas lebih dari lima kali, beruntung memenangkan lotre dengan hadiah besar. Lalu pada akhirnya, keluarga Jung Hwan jadi yang paling kaya di antara keempat tetangga lainnya, hahaha. Nah, karena itulah keluarga Jung Hwan memiliki hati yang hangat. Ibunya Jung Hwan baik banget sama temen-temen Jung Hwan atau pun sama orang tua temen-temennya. Kalau bapaknya Jung Hwan… aih sumpah bapaknya kocak dan absurd banget. Kalau Duk Seon disebut gila, bapaknya Jung Hwan ini lebih gila dari gila hahaha. Setiap kali bapaknya main peran, aku nggak pernah bisa berhenti ketawa. xD

Di Geng Ssangmundong, Jung Hwan ini dikenal sebagai maniak komik dan lagu. Hobinya kalau nggak belajar sambil dengerin musik, ya baca komik. Nggak heran kalau Jung Hwan pinter dan punya cita-cita pengen jadi pilot. Jung Hwan ini karakternya dingin-galak-jinak-merpati hahaha. Kalau sama ketiga temennya yang cowok (Dong Ryong, Sun Woo, Taek) dia baiiik banget, tapi kalau sama Duk Seon ahahaha jahat! Sadis! Cuek! Tapi gitu-gitu, diem-diem Jung Hwan suka sama Duk Seon udah dari episode pertama lho. Dan siap-siap aja ya buat yang udah jatuh hati sama pesonanya Jung Hwan, bakalan sakit hati di episode-episode akhir. Hiks.

dongryong
Dong Ryong, si gila menari

Kemudian, Dong Ryong! Si gila menari yang nggak tahu malu dan hobinya garuk-garuk pantat hahaha. Dia ini karakternya kocak dan loveable banget. Di keluarganya, dia jadi anak bungsu dari beberapa saudara laki-laki. Tapi Dong Ryong ini diceritakan kurang kasih sayang karena bapaknya sibuk bekerja menjadi guru dan ibunya juga menjadi wanita karir. Itu sebabnya Dong Ryong keliatan jadi anak yang paling homeless. Dia lebih suka menghabiskan waktunya main di rumah Taek, mendengarkan musik sambil menari, atau pun membaca komik ditemani Jung Hwan.

Di Geng Ssangmundong sendiri, Dong Ryong dikenal sebagai good advisor dan good listener. Ketika keempat temannya sedang ada masalah, pasti larinya ke Dong Ryong. Si Jung Hwan sama Duk Seon juga sering banget minta nasehat sama Dong Ryong. Dia juga orang yang easy going dan malas belajar, sama seperti Duk Seon hahaha. xD

sunwoo
Si jenius

Keempat, Sun Woo. Lahir dari keluarga yang sederhana namun penuh kasih sayang. Anak sulung dan hanya memiliki satu adik perempuan yang masih kecil dan menggemaskan. Ayahnya meninggal karena kecelakan pesawat, membuat Sun Woo menjadi lebih perhatian kepada ibu dan adiknya. Warm-hearted banget nih Sun Woo kalau sama orang lain. Saya pun sempat dibuat jatuh hati sama karakternya dia. Cewek mana sih yang nggak suka sama cowok ramah, jenius, penuh kasih sayang, dan baik banget?

Di gengnya, Sun Woo tidak terlalu mencolok karena Dong Ryong dan Duk Seon sudah cukup mencolok karakternya hahaha, tapi Sun Woo adalah teman yang setia dan bisa diandalkan. Kalau teman-temannya lapar, Sun Woo berbaik hati memasakkan mie ramen. Sun Woo juga seorang pemberi saran yang baik untuk keempat teman-temannya.

taek
Taek raja baduk!

Terakhir, Taek. Si pendiam yang diam-diam juga menyukai Duk Seon. Taek jarang sekali berbicara, dan sorot matanya begitu polos. Itulah yang membuat Taek selalu dicintai dan dimanja oleh keempat teman-temannya. Taek hanya tinggal bersama ayahnya, itu juga yang membuat rumah Taek selalu jadi tempat perkumpulan Geng Ssangmundong setiap harinya.

Di gengnya setiap berkumpul, Taek selalu sibuk memainkan baduknya (catur korea). Iya, Taek adalah seorang raja baduk di usianya yang masih muda. Prestasi di tingkat nasional dan internasional sering ia dapatkan. Nggak heran kalau pada akhirnya Taek ini memutuskan untuk fokus memainkan baduk dan tidak bersekolah. Taek ini seringkali iri lho sama keempat temannya, tapi Duk Seon sama Dong Ryong juga sering iri karena ngeliat Taek nggak sekolah, ahahaha. xD

Selain kelima tokoh yang sudah saya sebutkan tadi, masih ada banyak tokoh yang lain. Seperti kedua orang tua Duk Seon, kakak dan adik Duk Seon, kedua orang tua Jung Hwan, kakak Jung Hwan, kedua orang Tua Dong Ryong, Ibu Sun Woo, adik Sun Woo, Ayah Taek, dan masih banyak lagi. Karena ini genrenya keluarga, jadi jelas, setiap kelima tokoh utama pasti akan diceritakan latar belakang keluarganya. Dan itu menarik banget!

Tentang menjalani hidup tanpa teknologi- Pernah nggak sih ngebayangin hidup di jaman di mana teknologi masih sebatas tv layar hitam-putih dan radio? Menjalani hidup tanpa internet, HP, games tahu bulat, snapchat, dan sebagainya? Pasti rasanya suwung banget. Nah inilah yang bikin Reply 1988 jadi istimewa, karena teknologi yang masih terbatas membuat kita yang hidup di jaman serba canggih merasa iri untuk merasakan kehidupan di masa 1988.

Tentang persahabatan- Karena masih belum ada teknologi yang modern, di sini intensitas bertemu dengan teman jadi sangat sering. Apalagi Geng Ssangmundong yang memang rumahnya saling bersebelahan satu sama lain membuat mau tidak mau, untuk membunuh waktu, ya berkumpul bersama teman sebaya. Dari drama ini saya betul-betul iri, kualitas pertemanan di jaman dulu sama jaman sekarang ternyata memang berbeda.

Tentang keluarga yang selalu ada- Kisah dari masih-masing keluarga yang ditampilkan oleh kelima tokoh yang berbeda, membuat saya mendapatkan banyak sudut pandang dan pesan moral yang bisa saya dapatkan. Bagaimana orang tua Jung Hwan yang meskipun kaya raya, tidak pernah pelit dan rumahnya selalu terbuka untuk siapa saja. Bagaimana orang tua Duk Seon, yang dengan segala kesederhanaannya, tidak pernah berhenti untuk membuat anak-anaknya bahagia. Bagaimana orang tua Taek dan Sun Woo yang merupakan single parent, berusaha mati-matian untuk menghidupi keluarganya. Lalu bagaimana orang tua Dong Ryong, yang meski sangat sibuk, masih menyempatkan waktunya untuk mengurus anak-anaknya.

Tentang komedi yang menggelitik- Ini merupakan scene-scene lucu favorit saya ahahaha.

Duo kocak bin gila nyanyi, ahahaha xD

Dong Ryong waktu lomba nyanyi wkwkwk

Duk Seon sama kakaknya Jung Hwan, Jung Bong, rebutan makan kue ulang tahun hahaha

Waktu mau berangkat sekolah, eh keluar dari gerbang rumahnya bisa sehati ❤

Ketika Duk Seon gila bertemu ayah Jung Hwan yang lebih gila, ngakak!

Duk Seon adalah penari yang buruk wkwkwk x’D

Bertiga nyanyi dan nari lagu Sobangcha, permintaan dari Duk Seon tercinta ahahaha

Ibunya Jung Hwan ikutan lomba nyanyi, can’t stop laugh x’D

I think, this is the funniest part! xD

Duk Seon dan ayah Jung Hwan (lagi), lebih gila (lagi) xD

Dan masih banyak lagi kesan yang bisa didapatkan setelah menonton Reply 1988 terlepas dari endingnya yang masih kurang memukau. Tapi over all, saya sangat puas dan sangat menikmatinya. Pastikan untuk tidak terlalu banyak berharap dengan love-endingnya, karena nanti jatuhnya sakit banget lho. :’)

Lebih baik nikmati saja cerita tentang keluarga dan persahabatannya, karena Reply 1988 betul-betul indah! Dari ketiga series Reply, Reply 1988 tetap yang paling luar biasa, meski untuk bagian ending Reply 1997 dan Reply 1994 lebih bagus dan fair, sih. Di setiap episode durasinya satu setengah jam, lama ya? Tapi beneran, nggak bakalan kerasa lama karena asik banget alurnya.

Siapkan tisu, siapkan cemilan, siapkan waktu luang, karena Reply 1988 siap mengguncang kalian wkwkwk. Selamat menonton! 🙂

 

Kodaline!

Akhirnya, UAS semester 4 sudah selesai! Selamat tinggal praktek lapangan dan editing video yang memusingkan. Sing penting, saiki uwis bar, garek turu. #laluharapharapcemas #ipgimanaip

Yaak, UAS selesai berarti urusan perkuliahan di semester ini juga udah kelar, mari fokuskan diri untuk… liburan produktif! Semoga bisa konsisten nulis lagi selama liburan, aamiin xD

Oke, akhir-akhir ini saya lagi suka dengerin lagu-lagunya Kodaline fyi. Lagu Kodaline yang pertama kali saya denger itu yang All I Want, salah satu lagu yang menjadi soundtrack di film The Fault in Our Star. Awal ngerti lagu All I Want ya karena nonton film itu hahaha. Dan ternyata setelah iseng-iseng nyari, wow, lagu-lagu Kodaline… asik berat! Gimana ya, musiknya bagus, liriknya juga bagus, simpel, tapi menyentuh. Waktu dengerin kaya pengen teriak iyainiguebangetguebangetguebangetgila. Nggak percaya? Coba deh dengerin..

Saya sengaja taruh yang lirik agar supaya langsung paham artinya apa hehe

Yaak, lagu All I Want ini cocok banget didengerin untuk yang lagi patah hati karena gebetannya ditikung temen sendiri, dosen yang php ngajak konsul, atau ditinggal nikah sama si doi hiks hiks. Salah satu kalimat yang saya suka dari lagu ini adalah.. ah nggak bisa! Semua liriknya bagus dan bisa bikin saya nangis hiks hiks.

Lagu kedua yang saya suka adalah  Moving On. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang menemukan cinta lamanya lalu menyapanya dengan awkward. Seseorang ini kemudian membayangkan kok bisa ya si doi masih kenal sama dia padahal doi kan udah married dan hidup bahagia sama pasangannya. Terus seseorang ini akhirnya tanya sama dirinya sendiri, “kalau kamu masih kenal sama aku, kamu masih inget nggak aku pernah jatuh cinta banget sama kamu, dulu?” Duuuh, nyes banget. :’)

Pada akhirnya sih di lirik selanjutnya diceritain kalau seseorang ini nyadar kisah cintanya udah berakhir lama-lamaaa sekali, dan akhirnya seseorang ini cuma bisa berharap semoga di masa depan dia bisa ketemu sama cinta lamanya. Ketemuan, sambil minum kopi mengenang masa lalu waktu masih ada kata ‘kita’, ngomongin ‘kita’ tanpa ada rasa penyesalan atau pun perasaan yang tersisa. Ya, yang jelas ceritanya udah move on lah, gitu. Ini lagu sedih-tapi-bikin-semangat-move-on. Lagu ini cocok banget buat orang-orang yang lagi patah hati dan kepengen move on tapi sulit. Memang move on itu sulit sekali ya hiks hiks. :’)

Lagu yang ketiga adalah… Love Will Set You Free. Dari judulnya aja udah ketebak ya kalau ini lagunya untuk memotivasi diri sendiri. Yap, lagu-lagunya Kodaline memang kebanyakan ngasih motivasi, tapi dengan lirik yang asik pastinya. Kalau lagi stres, depresi, kebanyakan mikir kaya Cak Lontong, coba deh dengerin. Rasanya tiap ndengerin lagu Love Will Set You Free itu saya jadi nggak kesepian lagi, kaya ada yang nemenin saya gitu (padahal nggak ada siapa-siapa). :’)

Yak, masih banyak lagu-lagunya Kodaline yang bagus, eh semuanya bagus ding, semuanya recommended untuk didengerin, kaya The One, All My Friend, One Day, Talk, High Hopes. Pokoknya semuanya bagus hahaha. Bisa dibilang Kodaline ini genrenya mirip-mirip sama Coldplay. Jadi yang suka Coldplay bisa deh dengerin Kodaline juga, nggak akan nyesel kok. Selamat malam dan selamat liburan! 😀

#DadahSemester4 #DadahMasDosenMbakDosen #DadahMamahDedeh #Eeh

#Yeay #Libur2BulanLebih #NgapainAjaYaEnaknya #Hmm #AdaIde?

 

 

 

 

Ilmu Komunikasi Undip

Sekarang saya hanya akan berbagi cerita saja. Ini tentang ilmu komunikasi Undip. Iya, saya sekarang mahasiswi semester satu di jurusan ilmu komunikasi, fisip. Terlihat sok banget ya masih semester satu udah nulis-nulis soal begini, tapi nggak papa deh mau cerita aja sedikit apa yang aku tahu tentang jurusanku.

image

Yup, saya diterima di ilmu komunikasi Undip lewat jalur SNMPTN atau jalur undangan. Perlu diketahui, saya bukan siswi yang pintar, saya hanya cerdik memilih peluang. Kebetulan di angkatan kami (di jurusan IPS tentu saja) yang tertarik untuk kuliah di jurusan ilmu komunikasi hanya saya. Dari sekitar 50 orang, (di sekolah saya memang IPS minor, hanya ada 2 kelas, tidak seperti IPA yang ada 12 kelas) hanya saya yang memilih ilmu komunikasi Undip. The only one. Disitulah saya agak sedikit percaya diri karena saya tidak punya saingan di sekolah.

Detik-detik menjelang pengumuman SNMPTN tiba, semakin dekat semakin deg-degan. Saya cuma bisa pasrah dan ikhlas. Kalau diterima alhamdulillah, (karena saya memang ingin kuliah di jurusan ilmu komunikasi) kalau nggak diterima juga nggak masalah, toh saya juga sudah ikut tambahan SBMPTN tiap harinya, saya masih bisa berjuang dengan cara yang lain. Saat pengumuman, alhamdulillah saya lolos. Saya menangis sampai merefresh web browser saking tidak percayanya saya lolos, tetapi hasilnya masih sama, saya benar-benar lolos. Abah saya yang tahu saya menangis karena lolos malah tertawa. Saya ingat betul kejadian itu.

Dan, disinilah saya. Sudah satu semester saya belajar dan beradaptasi di ilmu komunikasi Undip. Terasa menyenangkan, karena mata kuliah untuk semester awal masih seperti SMA, ada mata kuliah wajib seperti pendidikan agama, pendidikan jasmani, bahasa inggris, bahasa indonesia, kewarganegaraan, dan pengantar-pengantar ilmu yang mengarah pada jurusan. Kalau di ilmu komunikasi ada pengantar ilmu sosial, pengantar ilmu politik, pengantar ilmu ekonomi, pengantar ilmu komunikasi, dan sebagainya.

Ohya, di fisip Undip sistemnya adalah paket, jadi selama semester satu sampai tiga kami belum memilih mata kuliah sendiri. Baru setelah semester empat (di jurusan ilmu komunikasi) kami bisa mengisi kartu rencana studi sendiri dan kami bisa memilih jurusan apa yang akan kami pilih. Iya, kami akan dijuruskan lagi, ada dua pilihan, jurnalistik atau komunikasi strategis. Untuk saat ini saya lebih condong ke jurnalistik, tapi entahlah nanti jika saya berubah pikiran hehehe.

Kuliah di ilmu komunikasi itu asyik banget! Apalagi teman-temannya. Mereka semua baik, dan rata-rata suka menonjolkan diri dengan berbicara. Ya namanya ilmu komunikasi, punya banyak teman yang suka berbicara itu wajar. Tapi bukan berarti jadi anak ilmu komunikasi harus cerewet ya, teman-temanku juga ada kok yang kalem dan pendiam, tapi kalau udah disuruh nulis, wah cerewet banget tulisannya (baca: berbobot).

Asiknya jadi anak ilmu komunikasi Undip selain teman-temannya yang super baik dan ramah, juga karena dosen-dosennya yang menyenangkan saat mengajar sehingga kami semua paham. Kami pun tak perlu memanggil beliau-beliau dengan panggilan Pak atau Bu, karena dosen-dosen ilmu komunikasi lebih suka dipanggil Mas atau Mbak. Biar merasa awet muda, jawab salah seorang dosen saat ditanya alasannya oleh mahasiswa baru.

Belajar di ilmu komunikasi Undip juga sungguh seru karena mata kuliahnya yang menarik untuk dipelajari, seperti komunikasi antar pribadi,  dasar jurnalistik, dasar komunikasi strategis yang akan dipelajari di semester II, ada psikologi komunikasi, sosiologi komunikasi yang akan dipelajari di semester III, kemudian mulai semester IV mata kuliah yang diambil sudah mata kuliah dari jurusan yang dipilih (jurnalistik atau komunikasi strategis).

Kuliah di ilmu komunikasi Undip nggak kaya kuliah lho, soalnya saya nggak ngerasa terbebani dengan tugas-tugas yang diberikan selama nggak ada sangkut pautnya dengan matematika (iya karena saya amat sangat membenci pelajaran tersebut). Terus karena tugas-tugas yang diberikan juga untuk mengasah kekreatifan dan kekritisan kita dalam menulis, berbicara, atau apapun, dan saya menyukainya.

Lulusan ilmu komunikasi, mau jadi apa? Ini nih yang sering banget ditanyain sama saudara-saudara dari orang tua, juga teman sebaya, adik-adik kelas. Sering ngeselin emang kalo udah dapet pertanyaan ini. Nah, ini saya kasih jawabannya ya:
1. Praktisi komunikasi bidang jurnalistik
2. Praktisi komunikasi bidang komunikasi strategis
3. Peneliti komunikasi
4. Akademisi komunikasi
5. Dan masih banyak yang lainnya
Yang diatas saya kira sudah mencakup semuanya ya. Jadi, masih ada alasan untuk nggak ngejawab pertanyaan-pertanyaan, “mau jadi apa masuk ilmu komunikasi?”

Jadi tunggu apalagi? You cannot not communicate! Ayo gabung di Ilmu Komunikasi Undip!

Salam komunikasi! Fun, smart, and dynamic! 🙂

Jurusan favorit calon menantu lho…