Cinta Sejati

“Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat.”

-Tere Liye, dalam novelnya, “Eliana”

Diumbar Jadi Hambar

“Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu”
-Tere Liye-

Merelakan Tidak Berarti Melupakan

Merelakan tidak berarti melupakan, tidak memikirkan, atau tidak mengacuhkan.

Ia tidak meninggalkan perasaan marah, cemburu, ataupun sesal.

 

Merelakan tidak berarti menang ataupun kalah.

Ia bukan tentang harga diri dan bukan juga tentang kesan yang ditimbulkan. Dan ia juga tidak terobsesi ataupun tenggelam dalam masa lalu.

 

Merelakan bukan berarti membendung kenangan atau memikirkan hal-hal sedih.

Ia tidak meninggalkan kekosongan, sakit hati, atau kesedihan. Ia tidak berarti menyerah ataupun mundur pasrah.

 

Merelakan tidak sama dengan kehilangan, dan jelas bukan kekalahan.

 

Merelakan berarti bisa menyimpan kenangan, tapi juga bisa mengatasinya dan melanjutkan kehidupan. Berpikiran terbuka dan yakin akan masa depan.

 

Merelakan berarti menerima, belajar, menarik pengalaman, dan terus bertumbuh.

 

Merelakan berarti merasa bersyukur atas segala pengalaman yang membuatmu tertawa, menangis, dan berkembang.

Ia berkaitan dengan segala yang kau miliki saat ini, di masa lalu, dan yang akan segera kau miliki lagi kelak.

 

Merelakan berarti mempunyai keberanian untuk menerima perubahan dan kekuatan untuk terus berjalan.

 

Merelakan berarti menuju kedewasaan, menyadari bahwa kadang kala hati ini bisa menjadi obat yang paling ampuh.

 

Merelakan berarti membuka pintu, membersihkan jalan, dan membebaskan diri sendiri.

 

Diambil dari internet, sungguh lupa siapa yang menulis, maaf…